JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Anggaran Tersedot Covid-19, Pengembangan PDAM Karanganyar Terancam Mandeg. Konsumsi Air Turun 40 Persen

Ilustrasi air PDAM
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi air PDAM

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wabah corona virus atau covid-19 berdampak pada investasi pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Lawu Karanganyar.

Dirut PUDAM Karanganyar, Prihanto mengatakan anggaran untuk investasi yang berasal dari pusat terpaksa harus ditunda. Hal itu dikarenakan anggaran dari pusat juga dialihkan untuk penanganan wabah covid-19.

Padahal sejumlah proyek besar berkaitan dengan penyediaan air sudah berjalan.

“Untuk pengembangan investasi, untuk sementara kita tunda. Karena anggaran yang berasal dari pusat, dialihkan untuk penanggulangan Covid-19,” paparnya kepada wartawan, Rabu (13/5/2020).

Baca Juga :  Mendadak Pindah dari Penggali Tanah ke Pendorong Angkong, Triyanto Selamat dari Musibah Longsor Kemuning

Namun ia tidak merinci berapa anggaran untuk PUDAM Karanganyar yang terancam gagal turun akibat covid-19.

Di sisi lain, sejak pandemik virus corona (Covid-19), konsumsi air mengalami penurunan sekitar 40 persen.

Salah satu penyebab penggunaan air tersebut, berkurangnya jumlah pemudik serta aktifitas perkantoran yang juga mengalami pengurangan. Serta berkurangnya aktifitas ibadah di Masjid selama bulan Ramadhan.

Prihanto menyampaikan jika dibandingkan dengan situasi normal, terutama saat bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idulfitri, pemakaian air mengalami kenaikan lebih dari 50 persen.

Baca Juga :  Detik-detik Longsor Maut di Kemuning Ngargoyoso. Terjadi Saat 4 Pekerja Bangun Talut di Tebing 8 Meter, Saat Pasang Cakar Ayam Tiba-Tiba...

‘’Secara umum memang ada kenaikan konsumsi air sekitar 10,5 persen. Namun dibandingkan ada saat kondisi normal, terutama di bulan dan lebaran ini konsumsi air memang naik drastis sampai di atas 50 persen. Jadi hitungannya, pemakaian air mengalami penurunan 40 persen,’’ urainya.

Ia menyampaikan kenaikan tertinggi berada di Kecamatan Colomadu yang mencapai 29 persen, Jaten ada 20 persen, Palur kota naik 17 persen, dan Gondangrejo 12 persen. Wardoyo