JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Berdamai dengan Covid-19, Pemkab Karanganyar Pastikan Salat Idul Fitri Digelar di Alun-alun Hari Minggu . Bupati Bakal Jadi Khatib, Tapi Tak Ada Salaman dan Open House

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menjadi khotib Salat Idul Adha di Alun-alun Karanganyar, Rabu (22/8/2018). Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG 20180822 WA0005 624x415
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menjadi khotib Salat Idul Adha di Alun-alun Karanganyar, Rabu (22/8/2018). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski pemerintah mengimbau agar Salat Idul Fitri digelar di rumah, tapi tidak di Kabupaten Karanganyar. Pemkab setempat memastikan akan menggelar Salat Ied di Alun-alun setempat pada Minggu (24/5/2020).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono bahkan memastikan akan menjadi khatib shalat Idulfitri yang akan berlangsung di alun-alun setempat pada hari Minggu (24/05/2020) mendatang.

Sedangkan bertindak sebagai Imam, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar, Wiharso.

Kepada para wartawan, orang nomor satu di Pemkab Karanganyar tersebut, menyatakan, shalat Idul Fitri menjadi saat yang tepat untuk menjalankan syiar Islam.

Baca Juga :  Berbahagialah Buruh di Karanganyar, UMK 2021 Naik Jadi Rp 2.054 Juta, Tertinggi se-Soloraya. Ketua Apindo Langsung No Comment!

Meski memberikan kelonggaran untuk melaksanakan shalat Idul Fitri, bupati menegaskan seluruh jamaah, diminta untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Para jamaah yang akan melaksanakan shalat di alun-alun, tetap harus melalui pemeriksaan suhu tubuh.

“Kita telah melakukan koordinasi dengan seluruh jajaran, agar pelaksanaan shalat Idul Fitri ini berjalan dengan lancar. Para jamaah harus mematuhi protokol kesehatan, seperti tetap menggunakan masker, membawa sajadah sendiri. Kita juga akan mengatur shaf shalat dan disesuaikan dengan protokol kesehatan,” kata bupati, Rabu (20/5/2020).

Baca Juga :  Kabar Terbaru, Bupati Karanganyar Umumkan Belajar Tatap Muka di Sekolah Akan Dimulai Awal Januari 2021. Orangtua Yang Tak Rela Boleh Tidak Setuju!

Bupati Yuli memastikan setelah pelaksanaan shalat Idul Fitri, masyarakat diminta untuk segera pulang ke rumah masing-masing.

Tidak akan ada acara saling bersalaman seperti biasanya. Menurutnya tradisi saling memaafkan, dapat dilakukan dengan teknologi, seperti melalui WA dan media sosial lainnya, untuk menghindari kontak fisik.

“Saya juga memastikan bahwa tidak ada kegiatan open house di rumah dinas sebagaimana tradisi yang kita lakukan tahun sebelumnya. Seluruh warga masyarakat dapat melakukan silaturrahmi dengan memanfaatkan teknologi,” terang bupati. Wardoyo