JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Diduga Patah Hati, Mahasiswa Asal Perum Puro Asri Sragen Ditemukan Tewas Gantung Diri. Disebut-Sebut Masih Keponakan Pak Tito

Tim Polsek Karangmalang dan Puskesmas saat mengevakuasi jenazah mahasiswa asal Perum Puro Asri, Karangmalang, yang tewas gantung diri, Rabu (6/5/2020). Foto/Wardoyo
Tim Polsek Karangmalang dan Puskesmas saat mengevakuasi jenazah mahasiswa asal Perum Puro Asri, Karangmalang, yang tewas gantung diri, Rabu (6/5/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Perumahan Puro Asri, Puro, Karangmalang, Sragen digegerkan dengan aksi bunuh diri, Rabu (6/5/2020) petang.

Seorang mahasiswa bernama Alif (23) ditemukan tewas gantung diri di kamarnya di kompleks Galeri Ardha Dhadali Puro Asri.

Kabar yang berkembang, mahasiswa yang juga nyambi bekerja di percetakan milik pamannya itu nekat mengakhiri hidupnya karena masalah asmara.

Data yang dihimpun di lapangan, aksi bunuh diri itu diketahui pukul 17.30 WIB atau sesaat sebelum adzan magrib tanda buka puasa tiba.

Saat dicek oleh keluarga, korban sudah ditemukan tak bernyawa di kamarnya. Korban bunuh diri dengan menggunakan tali senar warna hijau.

Baca Juga :  Geger Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Persawahan Desa Jurangjero Karangmalang Sragen. Saat Ditemukan Dalam Kondisi Begini!

“Kejadiannya pas mau adzan maghrib tadi. Kami langsung meluncur melakukan evakuasi dan olah TKP. Korban bernama Alif usia 23 tahun, profesi mahasiswa tapi nyambi kerja swasta di percetakannya pamannya, Pak Tito,” papar Kapolsek Karangmalang, AKP Mujiono kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (6/5/2020) petang.

Kapolsek menerangkan, sesuai SOP, jenazah mahasiswa malang itu kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Sragen untuk dilakukan pemeriksaan.

Proses evakuasi juga dilakukan mengedepankan protokol kesehatan pandemi covid-19 yakni melibatkan petugas dengan pakaian APD lengkap.

Perihal penyebabnya, Kapolsek mengatakan masih dalam penyelidikan. Soal kabar putus cinta atau patah hati sebagai pemicu, menurutnya dugaan sementara bisa jadi memang mengarah pada keinginan yang tidak kesampaian.

Baca Juga :  Ada Soal Dinilai Berbau Ajaran Komunisme, Dinas Pendidikan Sragen Akhirnya Tarik 11.000 Lebih Buku Modul PPKN SMP dari Siswa.┬áLembaran Halaman Kontroversial Langsung Diganti

“Mungkin ada keinginan-keinginan atau persoalan dengan cewek yang tidak kesampaian. Tadi ada pesan WA di HP-nya tapi belum sempat dicek secara detail. Ini masih dalam penyelidikan,” tukasnya.

Sementara, kasus gantung diri itu langsung membuat gempar seisi perumahan dan warga sekitar.

Bersamaan dengan waktu usai buka puasa, warga langsung berhamburan memadati lokasi sekitar rumah kejadian untuk menyaksikan dari dekat proses evakuasi jasad pemuda malang itu.

“Ini kami masih dalam perjalanan membawa jenazah ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan,” tandas Kapolsek. Wardoyo