JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Awas, Jangan Terlena Corona, 192 Warga Karanganyar Juga Terjangkit Penyakit Chikungunya. Bisa Sebabkan Kelumpuhan, Ini 3 Kecamatan Dengan Kasus Terbanyak!

Ilustrasi nyamuk. pexels
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

nyamuk pexels
Ilustrasi nyamuk. pexels

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Selain tetap waspada terhadap penyebaran wabah virus corona (Covid-19), masyarakat juga diminta untuk tetap waspada terhadap penyebaran penyakit Chikungunya dan demam berdarah.

Hingga akhir bulan April tahun 2020, sebanyak 192 kasus chikungunya terjadi di sejumlah wilayah Karanganyar.

Tasikmadu menjadi kecamatan terbanyak dengan 150 kasus, 35 kasus di Kebakramat serta 7 kasus terjadi di Kecamatan Jaten.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karanganyar, Sri Winarno mengatakan, saat ini penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh Aedes Aegypty ini, mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Baca Juga :  Kabar Terbaru, Bupati Karanganyar Umumkan Belajar Tatap Muka di Sekolah Akan Dimulai Awal Januari 2021. Orangtua Yang Tak Rela Boleh Tidak Setuju!

Peningkatan drastis terjadi di tiga kecamatan tersebut, sejak pertengahan bulan April 2020 lalu.

“Lenyakit ini jarang menimbulkan pendarahan dan biasanya menimbulkan gejala khas seperti demam, sendi bengkak, nyeri tulang, sakit kepala,” paparnya, Rabu (6/5/2020).

Ia menguraikan penyakit chikingunya bisa menyebabkan lumpuh layu. Namun jika katahanan tubuh cukup kuat, tidak sampai menimbulkan kelumpuhan.

Menurutnya, penderita akan mengalami lemas dan pegal-pegal pada bagian tubuhnya, terutama di persendian, tapi tidak mematikan.

Baca Juga :  Situasi Berduka, Kapolres Karanganyar Tegas Keluarkan Peringatan. Malam Tahun Baru Diminta di Rumah Saja, Nekat Konvoi dan Kerumunan Bakal Ditindak Tegas!

Bagi mereka yang terkena demam disertai pegal dan linu di persendian, pihaknya menyarankan sebaiknya segera periksa ke puskesmas terdekat.

Karena disebabkan oleh nyamuk yang sama dengan penyebab demam berdarah, masyarakat juga dihimbau untuk memastikan kebersihan lingkungan.

Kemudian mengurangi tempat genangan air di lingkungan masing-masing yang dapat menjadi sarang nyamuk.

“Kami hanya memberikan himbauan agar sampah dikelola dengan baik, menjaga kebersihan lingkungan bersih, melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” tandasnya. Wardoyo