JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Diguyur Hujan Campur Angin 2 Jam, Talud Berjo Karanganyar Ambyar Menimpa SDN Berjo. Dua Ruang Kelas Rusak Parah, Diduga Konstruksi Talud Tak Kuat

tanah longsor
Ilustrasi Longsor/ teras.id
tanah longsor
Ilustrasi Longsor/ teras.id

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso kemarin memicu kerusakan.

Talud Lapangan Tanggung di desa itu mendadak ambrol dan menerjang dua ruang kelas SDN 1 Berjo Kecamatan Ngargoyoso.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun longsoran material membuat dua ruang kelas rusak cukup parah.

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , talud yang ambrol diketahui berukuran panjang 13 meter dan tinggi 3 meter.

Talud itu longsor dan menghantam dua lokal kelas SDN 1 Berjo dengan ukuran masing-masing panjang 8 meter, lebar 7 meter dan tinggi 3,5 meter.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di 9 Provinsi Meroket Tajam, Semua Tempat Hiburan Malam, Karaoke dan Pusat Perbelanjaan Diminta Ditutup!

Menurut keterangan warga, talud ambrol lantaran diguyur hujan deras selama hampir dua jam pada Sabtu (9/5/2020) petang.

Kades Berjo, Suyatno saat dihubungi wartawan membenarkan insiden longsor yang menerjang SD itu. Menurutnya longsor terjadi akibat guyuran hujan deras disertai angin kencang dengan durasi sekitar 2 jam.

Jarak antara bangunan sekolahan dan talud sekitar 2,5 meter.

“Tidak ada korban jiwa dan kerugian baru diestimasi. Talud itu dibangun sekitar 2018 lalu. Sedangkan ruang kelas itu dibangun sekitar tahun 70-an. Sudah pernah direnovasi tapi hanya bagian atap dan genting,” paparnya.

Baca Juga :  Gagal Usung Calon, Kader dan Simpatisan PKS di Sragen Dihimbau Tetap Konsisten Taati Keputusan Abstain pada Pilkada

Kades menyampaikan diduga kuat, talud longsor terjadi akibat konstruksi talud kurang begitu kuat. Sehingga tidak mampu menyangga beban dan ambrol ketika diguyur hujan lebat.

Kades menguraikan evakuasi material belum bisa dilakukan karena kendala cuaca. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Pendidikan dan warga sekitar untuk mengelar kerjabakti.

“Sudah kami laporkan bupati,” tukasnya. Wardoyo