JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Diiringi Hujan Tangis, Buruh Tani Korban Setrum Jebakan Tikus di Sine Sragen Akhirnya Dimakamkan. Dikenal Rajin dan Sosial, Istri Sampai Lemas, Warga Mengaku Kehilangan

Lokasi makam buruh tani korban kesetrum jebakan tikus di Sine Sragen. Insert: Ketua RT Suratno. Foto kolase/Wardoyo
Lokasi makam buruh tani korban kesetrum jebakan tikus di Sine Sragen. Insert: Ketua RT Suratno. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Buruh tani korban kesetrum jebakan tikus, Atun Suryanto (50) warga Kampung Sine RT 1/4, Kelurahan Sine, Sragen akhirnya dimakamkan, Jumat (8/5/2020) pagi.

Kepergian Atun yang dikenal rajin dan punya jiwa sosial tinggi di masyarakat itu meninggalkan kesan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Jenazah buruh malang itu dimakamkan di pemakaman umum kampung setempat, pukul 09.00 WIB. Tak hanya keluarga, kerabat dan warga sekitar mengantar ke pemakaman dengan iringan air mata.

“Kami benar-benar kehilangan Mas. Beliau itu sangat entengan, kalau ada kerepotan apa-apa disuruh mesti berangkat. Almarhum juga ikut di kepengurusan RT dan sregep. Makanya nggak hanya keluarga, warga pun juga sedih kehilangan dia,” papar Ketua RT 1/4, Kampung Sine, Suratno usai pemakaman kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Atun yang akrab disapa Pak PO itu meninggalkan dua anak dan satu istri. Kesedihan mendalam dirasakan sang istri.

Bahkan beberapa kali, istrinya tampak lemas saking sedihnya. Suratno mengatakan tidak ada firasat apapun.

Malam sebelum kejadian, almarhum masih sempat gojekan dengan anaknya dan bilang ke keponakan sudah nggak akan masang jebakan tikus pakai setrum lagi.

Baca Juga :  Divonis 4 Kali Lebih Berat, 3 Terdakwa Korupsi Rp 2 Miliar Proyek RSUD Sragen Kompak Langsung Nyatakan Banding. Jaksa Juga Pikir-pikir

“Kronologi habis subuh dia ke sawah kontrol tikus. Biasanya malam itu kumpul. Pagi habis sahur masih gojekan di pawon sama anaknya. Tahu-tahu sudah dapat kabar itu,” urai Suratno.

Ia menguraikan almarhum meninggal di sawah garapannya. Yang bersangkutan selama ini memang punya keahlian memasang instalasi listrik.

Sawah yang digarapnya bukan milik korban tapi hanya menyewa saja. Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian dan insiden itu dianggap sebagai musibah.

“Keluarga nggak nuntut sudah yakin murni kecelakaan,” tandasnya.

Atun ditemukan tak bernyawa terjerembab di tanan padi sawah yang digarapnya sekitar pukul 05.00 WIB.

Lokasi kejadian berada di sawah garapannya di sebelah Ring Road Utara, Sine, Sragen Kulon, Sragen.

Data yang dihimpun di lapangan, kejadian diketahui sekitar pukul 06.00 WIB. Menurut saksi-saksi, pagi itu korban diketahui berangkat ke sawah sekitar pukul 05.00 WIB hendak mengecek ke sawah garapannya.

Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo melalui Kasubag Humas AKP Harno mengatakan korban ditemukan tewas kesetrum di persawahan garapannya di Kampung Klumutan RT 01/03, Kelurahan Sine, dekat jalan ring road utara.

Baca Juga :  Dewan Rakyat Jelata Sragen Geruduk Kejaksaan Desak Kasus Dugaan Tipikor di DPUPR Diusut Tuntas. Kajari Isyaratkan Segera Panggil Kepala DPUPR!

Dari lokasi kejadian, tim mengamankan barang bukti sebuah kabel listrik panjang kurang lebih 10 meter warna hitam dan sebuah MCB listrik.

AKP Harno menjelaskan kronologinya sekitar pukul 05.00 WIB, tetangga sawah korban, Suwarno berangkat ke sawah dan saat melewati lokasi kejadian, ia kaget melihat korban sudah tidak bergerak dengan posisi telungkup di pinggir sawah.

“Selanjutnya ia berteriak minta tolong memanggil tetangga. Selang beberapa saat warga banyak berdatangan dan saksi berusaha mencabut kabel yang berada di tiang listrik lampu penerangan jalan, selanjutnya warga menghubungi Polsek Sragen,” papar AKP Harno.

Diduga kuat korban kesetrum saat hendak memasang MCB pada panel jebakan tikus di sawahnya yang disambungkan ke lampu penerangan jalan.

Dari hasil pemeriksaan, didapat luka bakar di telapak tangan kanan, dan luka bakar di bagian dada.

AKP Harno memastikan korban meninggal akibat arus pendek listrik .

“Dia kesetrum listrik jebakan tikus yang ada di persawahan yang dibuat olehnya sendiri. Tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan, korban mengalami luka bakar pada bagian telapak tangan dan dadanya,” tandasnya. Wardoyo