JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Hanafi Rais Mundur dari PAN, Amien Rais Siap Bikin Partai Baru, Sudah 70 Persen

Amien Rais / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kemunduran Hanafi Rais, putra sulung Amien Rais dari DPR dan keanggotaan Partai Amanat Nasional (PAN), semakin memperkuat spekulasi pendirian partai baru oleh Amien Rais.

Salah satu pendiri PAN, Putra Jaya Husein mengatakan, tokoh senior PAN Amien Rais sangat serius mendirikan partai baru.

Bahkan, kata dia, saat ini prosesnya sudah 70 persen. Menurut Putra Jaya mundurnya Hanafi Rais dalam kepengurusan PAN dan Fraksi PAN DPR  mempengaruhi percepatan pembentukan partai baru tersebut.

“Ya 70 persen (proses pembentukan parpol baru), namun kemunduran Hanafi ini mempengaruhi percepatan pembentukan partai baru. Jadi jangan dibalik, bukan Hanafi itu bersikap karena ingin membuat partai baru, sikap Hanafi itu yang mendorong keras kami berpikir untuk mendirikan partai baru,” kata Putra Jaya kepada para wartawan di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Baca Juga :  Jalani Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta, Seorang Perempuan Mengaku Diperas dan Jadi Korban Pelecehan Seksual Oknum Dokter

Dia berujar, Amien ketika mendirikan PAN bersama kawan-kawannya pada 1998 lalu memiliki tujuan idealisme.

Namun, ujar Putra Jaya, saat ini partai tersebut sudah “lari” dari tujuan tersebut. Menurutnya, PAN dibangun untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa, bukan untuk kepentingan sekelompok orang yang ingin mendapatkan manfaat dari pengelolaan sebuah partai.

“Sekarang saya sebagai salah satu pendiri PAN masih bertanya-tanya, apa sih yang dilakukan PAN saat ini untuk bangsa, negara, dan rakyat? PAN selalu mengekor kepada siapa pun yang berkuasa. Kalau sekarang PAN sudah tidak bisa lagi menjadi tempat memperjuangkan kepentingan rakyat, maka butuh kendaraan baru,” ujarnya.

Baca Juga :  Korban Mutilasi dalam Kantong Kresek Bikin Geger Warga Kalibata City

Menurut dia bila PAN kembali kepada tujuan awal para pendiri partai, maka kemungkinan besar Amien Rais tidak akan mendirikan sebuah partai baru. Selain itu, dia menilai langkah mundurnya Hanafi jelas menandakan ada sesuatu yang salah dan masalah besar dalam internal PAN.

“Artinya ada yang sangat prinsip membuat dia (Hanafi) melepaskan semua jabatannya itu, padahal masih muda, baru satu periode di DPR dan baru delapan bulan periode kedua. Semua itu dia tanggalkan,” katanya.

www.tempo.co