JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hebat, Meski Pandemi Corona, SMPN 1 Gondang Sragen Tetap Bisa Gelar Pelajaran Manfaatkan Studio Mini. Guru Siaran di Sekolah, Siswa Mengikuti di Rumah Via Live Streaming

Proses belajar mengajar online di SMPN 1 Gondang Sragen di masa pandemi corona. Dari atas, guru siaran pelajaran di studio sekolah, operator mengatur tayangan ke channel live streaming, siswa mengikuti online via HP. Foto kolase/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Proses belajar mengajar online di SMPN 1 Gondang Sragen di masa pandemi corona. Dari atas, guru siaran pelajaran di studio sekolah, operator mengatur tayangan ke channel live streaming, siswa mengikuti online via HP. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masa pandemi corona memang berimbas besar terhadap kelangsungan dunia pendidikan.

Keharusan menjaga jarak dan larangan berkerumun, memaksa kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka di sekolah pun ditiadakan dan diganti belajar di rumah.

Namun, situasi sulit ini ternyata tak membatasi sekolah untuk berinovasi. Seperti yang dilakukan SMPN 1 Gondang Kabupaten Sragen.

Meski berlokasi di perbatasan Sragen dan Jawa Timur, SMPN yang dipimpin Kepala Sekolah, Sapto Wasono ini ternyata tak kalah canggih dengan sekolah di kota dalam mengatasi situasi pandemi saat ini.

Ya, siapa sangka, meski dengan keterbatasan, SMP ini mampu menggelar pembelajaran jarak jauh secara langsung yang tak bisa dilakukan kebanyakan sekolah lainnya.

Sistem pembelajaran online itu bisa terselenggara berkat kreativitas dan inovasi sekolah yang mampu menyulap ruangan multimedia menjadi studio mini sebagai pusat siaran.

Dari studio itulah para guru mengajarkan mata pelajaran yang disiarkan melalui live streaming di channel youtube sekolah.

Saat guru siaran, semua siswa kemudian mengikuti pembelajaran secara langsung via HP mereka di rumah masing-masing.

“Jadi di saat hampir semua sekolah hanya menerapkan pembelajaran dan pemberian tugas via WA group, kami tetap bisa menggelar KBM. Siswa tetap bisa mendapatkan pelajaran maupun materi dari guru. Ini berkat kerja keras guru kami membuat studio mini ini yang bisa dimanfaatkan sebagai dapur siaran,” papar Kepala SMPN 1 Gondang, Sapto Wasono di sela memantau siaran guru, Senin (11/5/2020).

Guru mapel saat siaran langsung di studio. Foto/Wardoyo

Sapto menguraikan gagasan pembelajaran live itu sebenarnya sudah dirintis oleh salah satu guru Bahasa Indonesia di sekolahnya jauh sebelum wabah covid melanda.

Di mana, guru tersebut setiap hari selalu memberikan tugas rumah secara online via HP ke siswa. Metode ini ternyata efektif membuat siswa untuk giat belajar dan mulai terbiasa dengan belajar serta mengirim tugas via online itu.

Baca Juga :  13 Bandar dan Pengedar Narkoba Sragen Dilumpuhkan, Ribuan Butir Pil dan Sabu Diamankan. Kapolres Ingatkan Fenomena Warga di Kampung-Kampung Sudah Mulai Minati Narkoba!

Pengalaman itu kemudian diaplikasikan ketika wabah covid menerpa. Keberadaan ruangan multimedia di sekolah kemudian dipermak laiknya dapur siaran.

Ruangan berukuran satu lokal kelas itu lantas dilengkapi dengan peralatan kamera shooting, proyektor, penguat sinyal dan perangkat siaran langsung.

“Pas ada wabah covid, kemarin kami bongkar gudang dan beberapa peralatan multimedia yang tidak terpakai kita manfaatkan. Apa yang kurang, kita carikan. Akhirnya jadilah studio mini ini yang bisa kita gunakan untuk live siaran guru,” terang Sapto.

Lebih lanjut, Sapto menguraikan adanya studio mini itu, setiap hari bisa tetap digelar pembelajaran online. Para guru akan siaran sesuai jadwal mengajarnya.

Guru Siaran, Murid Ikuti Via HP

Dari operator atau guru, sebelumnya menyampaikan jadwal pelajaran bia group WA. Sehingga siswa bisa stand by di HP mereka saat jadwal siaran berlangsung. Masing-masing guru diberikan waktu 20-30 menit untuk siaran pelajarannya.

“Jadi setiap live pelajaran akan terlihat berapa siswa yang ikut karena di monitor studio akan menunjukkan siapa saja siswa yang online. Di akhir pelajaran, selalu diberi tugas dan dikumpulkan via HP juga. Yang nggak ikut dan nggak ngumpulkan tugas akan kelihatan,” terangnya.

SApto Wasono. Foto/Wardoyo

Menurut Sapto, terobosan itu dilakukan demi mengefektifkan KBM di tengah pandemi corona saat ini. Hal itu juga semata-mata untuk meningkatkan prestasi akademis siswa yang dirasa juga makin membaik.

Karena pembelajaran online membutuhkan kuota internet, bagi siswa dari KK miskin nantinya kuota akan diganti dari dana BOS sekolah. Menurut Sapto, ada sekitar 15 siswa KK miskin yang akan diganti kuotanya.

“Tidak hanya materi pelajaran saja, di sela pembelajaran nanti akan diselani iklan layanan masyarakat tentang imbauan kewaspadaan corona. Alhamdulillah dengan pengembangan yang kita lakukan, SMPN 1 Gondang sekarang akademiknya di urutan kedua Pokja timur setelah SMPN 2 Sragen,” tukasnya.

Baca Juga :  Pendidikan Daring Banyak Masalah, Bupati Sragen Isyaratkan Segera Terapkan Sekolah Tatap Muka

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Isbandiyo yang menggawangi studio mini, menuturkan metode belajar via online live streaming itu bermula dari melihat ruang multimedia vang tidak digunakan.

Siaran mengajar guru yang terpancar via online dan bisa diakses di HP secara langsung. Foto/Wardoyo

Dari situlah, pihaknya tergugah untuk
memberdayakan agar bisa digunakan untuk kegiatan yang menunjang pembelajaran.

“Kebetulan di gudang juga banyak meja kursi serta peralatan lain yang bisa digunakan. Kemudian kami berinisiatif untuk membuat nuansa bard pembelajaran yang menyenangkan di luar jam tatap muka. Akhirnya lahirlah ruang studio mini ini,” tutur guru yang juga lulusan Magister Komputer itu.

Pembelajaran online diselenggarakan lewat channel youtube sekolah yang diberi nama “SPENSAGO CHANNEL”.

Ajang Apresiasi Talenta

Selain pembelajaran, dari studio itu juga menayangkan siswa yang mempunyai kelebihan di bidang tarik suara untuk unjuk kebolehan dengan membuat cover lagu atas seizin pencipta lagunya.

“Ini salah satu upaya kami memotivasi siswa yang memiliki talenta non akademis terutama di bidang vokal,” tuturnya.

Salah satu siswa kelas VIII, Yolan Ichi Suma (14) mengaku senang bisa tetap mendapat pelajaran dari guru meski via online.

Meski tak seefektif ketika tatap muka dengan guru, setidaknya metode pelajaran live itu bisa membantu siswa memahami penjelasan materi sebelum mengerjakan tugas.

“Menyenangkan juga. Belajarnya bisa lewat HP di rumah dan bisa mendengarkan penjelasan guru juga. Nanti tugasnya tinggal difoto kirim lewat WA. Cuma kendalanya soal kuota karena harus live jadi butuh kuotanya internet lumayan. Ya tetap minta orangtua karena kita kan libur jadi nggak dapat uang saku,” tukas siswi asal Dukuh Sedah, Glonggong, Gondang itu. Wardoyo