JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Ini Tips-tips Pakai Masker agar Nyaman dan Tidak Iritasi Saat Beraktivitas pada New Normal

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dunia akan memasuki tatanan kehidupan baru atau new normal karena menyebarkan virus corona. Pandemi ini menuntut setiap orang untuk menerapkan berpelilaku hidup sehat dan bersih. Selain itu setiap beraktivitas harus menggunakan masker meskipun nantinya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah berakhir.

Masker, meskipun yang terbuat dari kain, dapat melindungi diri sendiri maupun orang lain dari virus corona. Hanya saja, penggunaan masker setiap hari membuat beberapa orang tidak nyaman. Masker dengan tali karet bisa menyebabkan iritasi, apalagi jika terlalu ketat. Sementara, bahan yang tidak tepat juga bisa menyebabkan Anda sulit bernapas.

Berikut tips memakai masker agar lebih nyaman, tanpa mengorbankan keamanan Anda di era new normal.

1. Pastikan pas di wajah

Masker yang tidak pas di wajah membuat Anda sering menyentuhnya untuk memperbaiki. Tangan Anda berisiko membawa virus yang bisa terhirup. Selain itu, masker yang terlalu ketat bisa membuat telinga sakit.

“Masker harus pas di wajah Anda, dan tidak longgar atau terlalu ketat,” saran Robert Raimondi, dokter gigi dari One Manhattan Dental, seperti dikutip Your Tango.

Baca Juga :  Naik Moge Kawasaki Versys 650 Kapolres Sukoharjo Sisir Tempat Wisata Sambut New Normal

2. Pastikan bisa bernapas dengan nyaman

Jika Anda tidak bisa bernapas dengan nyaman, kemungkinan Anda melepasnya sehingga jadi tidak aman.

Untuk mengetahui nyaman atau tidaknya untuk bernapas, pasang masker di wajah Anda lalu coba bernapas seperti biasa. Kemudian, cobalah berbicara sambil mengenakannya. Anda akan semakin sulit bernapas ketika sedang olahraga atau membawa beban.

3. Tata rambut Anda

Jika Anda memiliki rambut panjang dan tali masker atau loop band cukup melar, Anda dapat menyanggul atau menguncirnya. Kemudian, lilitkan loop band pada ikatan rambut Anda, bukan di telinga.

“Ini dapat membantu menghilangkan tekanan karet. Beberapa orang juga menggunakan klip yang dililitkan loop atau membeli masker yang dililitkan di kepala (seperti masker hijab), alih-alih menyangkutkannya di telinga Anda,” kata Stephen Lloyd, dokter yang juga Kepala Petugas Medis di JourneyPure, Amerika Serikat.

4. Pilih bahan yang baik

Masker medis memang paling efektif, tapi masyarakat umum cukup memakai masker kain. Pilih masker kain dengan bahan tepat, yang terbaik adalah bahan katun 100 persen.

“Bahan ini lebih dingin dari poliester dan tidak akan membuat Anda kepanasan,” kata Stephen Lloyd.

Baca Juga :  Senada Dengan Pemkab Wonogiri, Polres Belum Akan Keluarkan Izin Keramaian Misalnya Hajatan

Bahan ini juga cenderung membuat bernapas lebih mudah, membuat masker lebih nyaman dikenakan.

5. Jangan gunakan pelumas pada masker

Banyak orang menyarankan menggunakan Vaseline pada masker untuk menghindari iritasi. Tapi ini tidak disarankan dokter.

“Kami tidak merekomendasikan melumasi masker Anda. Wajah yang bersih adalah yang terbaik,” kata Raimondi. “Kami sangat menyarankan Anda merawat kulit untuk memastikannya tetap lembap. Anda bisa merawat kulit yang sakit dengan hal-hal seperti Aquaphor atau Vaseline untuk menjaga luka tetap bersih dan lembap.”

6. Ganti saat sudah usang

Masker kain meskipun bisa dicuci dan dipakai ulang, Anda tetap harus menggantinya setelah pemakaian dalam jangka waktu tertentu. Kapan saatnya? Ketika karet mengendur, kain terasa usang atau menipis, dan ada bagian yang sobek. Berapa lama waktu yang dibutuhkan, tergantung pada seberapa sering Anda mencucinya atau seberapa kuat bahan masker tersebut.

“Jika Anda telah berkali-kali mencuci masker kain, mungkin mulai terasa gatal, aus, atau tipis, sehingga menambah ketidaknyamanan. Inilah saatnya membuang dan menggantinya dengan yang baru,” kata Stephen Lloyd.

www.tempo.co