loading...

Warga menanami lahan mangkrak di Madyorejo Jetis Sukoharjo dengan tanaman produktif. Foto : warga

 

 
 
 
SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Banyak cara untuk mengubah sebuah kampung menjadi lebih bersih dan sehat di tengah pandemi COVID-19. 
 
 
Salah satunya di kampung Madyorejo RT 1 RW 7, Kelurahan Jetis Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo. Di kampung ini, masih banyak terdapat lahan kosong, salah satunya terdapat rumah yang tak dihuni alias kosong dengan waktu puluhan tahun.
 
 
Melalui rilis yang diterima Joglosemarnews.com, Senin (18/5/2020), lahan yang tak terawat itu dengan luas berkisar panjang 30 meter dan lebar 20 meter. Di samping bangunan rumah yang masih kokoh bangunannya dan kerap dijadikan warga lain kampung sebagai tempat pembuangan sampah (TPS) liar.
 
 
Selain menjadi menjadi sarang penyakit, menimbulkan aroma bau tak sedap, lahan itu berada di pinggir jalan utama yang tidak enak dipandang mata. Sehingga warga selalu dibuat resah dengan adanya rumah kosong yang bertahun-tahun tidak disentuh pemiliknya dan di sekitarnya tumbuh semak belukar.
 
Lahan mangkrak tersebut selalu menjadi pandangan mata yang tidak enak, di samping lokasinya dipinggir jalan utama juga tepat depan pintu masuk SMAN 1 Sukoharjo. 
 
 
Hal inilah yang menjadi perhatian warga, Rudy Setyohadi selaku ketua RT merasa sangat prihatin. Dia memikirkan bagaimana caranya lahan tersebut bisa bersihpadahal telah berupaya setiap 6 bulan sekali selalu kerja bakti membersihkan lahan mangkrak tersebut.
 
 
“Dalam waktu 2 minggu semak belukar kelihatan mati, namun lahan kelihatan bersih cuma dalam jangka waktu tidak lama. Karena ilalang dan rumput  tumbuh kembali,” tutur dia.
 
 
Dia pun menyampaikan gagasan mengajak warga yang bersedia dan mau mengelola lahan kosong tersebut diupayakan menjadi lahan yang selalu bersih dan produktif kembali. Kendati situasi di bulan Ramadhan dan di tengah pandemi COVID-19. 
 
 
Selajutnya ada sebagian warga yang berminat bekerja dari rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarga diajak memanfaatkan lahan tersebut dengan mencangkul tanah agar ilalang dan tumbuhan lain bisa mati. Setelah itu ditanami sehingga lahan tetap terawat dan di samping bersih juga akan mendapat hasil pula.
 
 
Akhirnya ada 8 warga yang telah berhasil menyulap lahan mangkrak tersebut menjadi lahan yang produktif dengan ditanami pisang, papaya, ketela pohon, cabai dan apotik hidup seperti kencur dan jahe. Aria