JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Keluhan Kulit Saat Pandemi Covid-19, Ini Cara Mengatasinya

ilustrasi berjemur / pixabay
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Untuk memutus rantai penyebaran virus Corona (Covid-19), perilaku warga berubah, sebagaimana amanat protokol kesehatan darei WHO.

Mulai dari menghindari jabat tangan, cipika-cipiki, selalu mencuci tangan, tidak keluar rumah, harus memakai masker terutama masker kain untuk non medis, menjaga jarak minimal 1 meter.

Setelah beberapa lama menerapkan perilaku tersebut, biasanya mulai bermunculan keluhan, terutama di kulit.

Demikian diungkapkan oleh dr Budi Rahmawati dari RS dr Oen Solo Baru dalam rilisnya ke Joglosemarnews. Budi menjelaskan, kelainan kulit itu bisa juga terjadi karena manifestasi dari Covid-19 atau karena efek pemakaian handsanitizer dan APD lainnya.

“Pada penggunaan masker, banyak masyarakat yang mengeluhkan wajahnya menjadi jerawatan, merah, perih atau gatal,” beber Budi Rahmawati.

Hal itu, menurut Budi, karena saat mengenakan masker wajah, suhu dan kelembapan di area yang tertutup masker meningkat.

Selain itu juga terjadi gesekan, ditambah dengan adanya keringat, sehingga menyebabkan kerusakan pada barier kulit.

Bila barier kulit rusak, jelas Budi Rahmawati, kulit akan menjadi lebih sensitif dan rentan berjerawat, serta dapat memicu iritasi atau peradangan lebih lanjut.

Menurut Budi Rahmawati, ada beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan:

Baca Juga :  Viral Video Gosok Gigi, Jangan Kebanyakan Berkumur Setelah Sikat Gigi

• Pakai masker kain dari bahan yang lembut
• Masker kain diganti setiap 4 jam sekali, masker kain kotor harus segera dicuci
• Mencuci wajah sebelum memakai masker dan jangan lupa juga untuk menggunakan pelembab
• Hindari sementara memakai makeup, karena kandungan minyak atau bahan makeup dapat mencetuskan timbulnya jerawat.
• Kalau sudah timbul jerawat, obati dengan regimen jerawat.
• Jangan lupa tidur cukup dan makan yang yang baik agar kondisi kulit tetap sehat dan tidak mudah kering atau berjerawat.

Mencuci tangan juga sangat penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Namun terlalu sering mencuci tangan dapat menyebabkan kulit menjadi kering, kasar dan retak.

Berikut ini tips untuk mengurangi risiko kulit kering akibat sering mencuci tangan:

• Gunakan air dan sabun untuk mencuci tangan
• Hindari mencuci tangan dengan memakai air panas kalau harus menggunakan sabun
• Segera gunakan pelembab (moisturizer) minimal 3 kali sehari setelah mengeringkan tangan
• Pilih pelembab dengan kandungan mineral oil atau petrolatum
• Pilih pelembab yang tidak mengandung pewarna dan pengharum buatan
• Untuk kulit sensitif atau atopic, gunakan pelembab dengan kandungan bahan seperti seramide, shea butter, atau minyak almond.
• Bila tidak ada sabun dan air, gunakanlah Hand Sanitizer, dan tetap gunakan pelembab setelahnya.

Baca Juga :  Ini 7 Penyebab Perut Kembung dan Sering Kentut, Bukan Semata Karena Makanan

Bagaimana dengan berjemur yang masih menjadi perdebatan di masyarakat? Budi Rahmawati mengakui masih adanya kesalahpahaman masyarakat terkait berjemur di bawah sinar matahari yang dikatakan bisa membunuh virus.

Budi mengatakan, sinar UV (sinar matahari) sebenarnya tidak bisa untuk mebunuh virus.

“Yang benar adalah, sinar UV memiliki manfaat untuk meningkatkan imun tubuh,” ujarnya.

Sinar matahari berfungsi memproduksi vitamin D yang memiliki efek imunomodulator, sehingga imunitas tubuh yang baik akan mampu menangkal infeksi. Vitamin D juga bisa didapat dari makanan bergizi seperti keju, susu, telur, ikan salmon, sayuran hijau tua dan lain-lain.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoksi) menyarankan :
• Berjemur sekitar pukul 09.00, 5 menit dulu, naikkan bertahap, maximal 15 menit (2-3x seminggu)
• Dilarang berjemur jika kulit mulai memerah (merah muda)
• Jemur kedua lengan dan tungkai, dan lindungi anggota tubuh lainnya. Hindari area kepala dan leher dengan menggunakan topi dan sunscreen.
• Berjemur pada pukul 10.00-14.00 menyebabkan risiko kulit terbakar sinar matahari serta penurunan imunitas.
• Dilarang berjemur bila sensitif terhadap sinar matahari, contohnya pada penyakit Lupus. suhamdani