JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mudik Dilarang, 2 Bus Untuk Program Mudik Gratis Sragen Dibatalkan. Anggaran Dialihkan Untuk Penanganan Covid-19

Ilustrasi bus rombongan mudik gratis
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi bus rombongan mudik gratis

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menyusul wabah corona dan larangan mudik, Pemkab Sragen memutuskan membatalkan program mudik gratis tahun ini.

Dua bus yang sedianya disiapkan oleh Pemkab untuk menjemput pemudik Sragen di Jabodetabek puk terpaksa dibatalkan. Anggaran Rp 40 juta untuk pengadaan dua bus itu dialihkan ke refocusing penanganan covid-19.

“Rencana ada 2 bus yang kita siapkan dari bupati. Tapi karena ada wabah corona, program mudik gratis dibatalkan. Kita sudah konfirmasi, anggarannya dialihkan untuk refocusing penanganan covid-19,” papar Kabid Angkutan Dishub Sragen, Bintoro Setiadi kepada JOGLOSEMARNEWS.COM kemarin.

Baca Juga :  Terungkap, Keluarga Mbah Sonem yang Nekat Menutup Jalan Kampung Gading Sragen dengan Tembok, Ternyata Dikenal Trah Tajir. Sempat Menolak Tanah Dibeli untuk Jalan, Tawaran Amal Jariyah Pun Dienyahkan

Bintoro menguraikan pembatalan itu sudah dikomunikasikan baik dengan paguyuban warga Sragen di Jabodetabek.

Selain itu kebijakan peniadaan mudik gratis juga dikoordinasikan dengan badan penghubung di provinsi yang selama ini mengoordinasikan mudik gratis di daerah.

Baca Juga :  4 Karaoke Cafe Lethong Sragen Ditutup, Puluhan Cewek-Cewek LC Ternyata Dikabarkan Masih Beroperasi Tapi Pilih Freelance 

“Dari paguyuban perantau sudah memaklumi semua dan patuh kebijakan pemerintah. Karena situasinya memang sedang begini,” terangnya.

Bintoro menambahkan para perantau di Jabodetabek memang kebanyakan yang sektor informal yang kesulitan bertahan. Karena mayoritas sudah tidak bekerja akibat terkendala kebijakan libur dari perusahaan dan PSBB.

“Di sana mereka nggak kerja dan terpaksa membiayai sendiri hidup mereka. Kebanyakan memang di Jabodetabek,” tukasnya. Wardoyo