JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

TNI Gunakan Helm Canggih Guna Cegah Covid-19, Mampu Deteksi Suhu Tubuh Berjarak 10 Meter

Helm canggih TNI dalam mencegah Covid-19. (Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Guna memutus rantai penyebaran Covid-19 atau virus corona, TNI Angkatan Darat (AF) akan menggunakan helm teknologi baru yakni helmet thermal KC wearable. Helm ini dapat mendeteksi suhu tubuh seseorang dari jarak jauh.

Melansir Liputan6.com, Kadispenad Kolonel Inf Nefra Firdaus, mengatakan, helm TNI AD tersebut merupakan inovasi IT canggih untuk mendeteksi suhu tubuh beberapa orang dalam waktu bersamaan, lebih cepat dan efektif dibandingkan thermo gun.

“Inovasi ini dapat mendeteksi suhu tubuh seseorang melalui jarak sampai dengan 10 meter. Selain itu dapat memeriksa suhu tubuh orang yang lebih banyak dan tentunya waktunya akan lebih cepat dan efektif. Selama ini kita hanya menggunakan thermo gun, sehingga lebih cepat dan efektif. Tentunya juga dapat mereduksi resiko petugas pemeriksa akibat kontak dekat jika menggunakan thermo gun,” kata Nefra, Minggu (31/5/2020).

Baca Juga :  Catat Slur, Seperti Ini Protokol Kesehatan di Lingkungan Pondok Pesantren

Menurut dia, di Mabes AD sudah disosialiasikan dan sudah dilakukan latihan penggunaannya.

“Selain untuk mendeteksi dan menyeleksi orang yang masuk ke fasilitas TNI AD, termasuk rumah sakit, ini juga menegaskan komitmen TNI AD dalam memutus dan mencegah penyebaran pandemi Covid-19,” ungkap Nefra.

Bantu Tim Medis
Sementara itu, Letda Ckm (K) dr. Eva salah satu peserta pelatihan dari kesehatan Sekolah Calon Perwira AD di Bandung menyampaikan, kehadiran helmet thermal KC wearable sangat membantu bagi tenaga medis karena karena lebih cepat dalam mendeteksi suhu tubuh.

Baca Juga :  Hasil Otopsi Jenazah Editor Metro TV, Korban Tewas Akibat Tusukan di Leher dan Dada

“Selama ini untuk mengecek suhu tubuh, kita lakukan satu per satu dan dengan jarak yang dekat. Namun dengan alat ini kita dapat mendeteksi suhu tubuh seseorang lebih cepat, dan dapat dilakukan dari jarak jauh tanpa harus mendekati orang tersebut,” jelas Eva.

“Tentunya sangat membantu tim medis, karena dapat mendeteksi secara dini dari orang-orang yang terinfeksi COVID-19, sehingga dapat mengurangi dampak penyebaran pandemi ini,” pungkasnya. Liputan6