JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Viral Video Gubernur Ganjar Kesal dan Minta Sekda Blora Mundur, Ini Videonya

Tangkapan layar video Ganjar minta Sekda Blora mundur. Istimewa/Facebook via Tribunjateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Video berdurasi 1 menit 4 detik berisi ucapan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang meminta Sekda Blora mundur viral di media sosial.

Video tersebut diambil ketika Ganjar berdiskusi dengan seorang perantau yang merupakan warga Blora melalui aplikasi video converence.

Gubernur menilai Pemkab Blora tidak paham dan tidak bisa mendata warganya yang berada di perantauan untuk selanjutnya dijadikan acuan penerima bantuan penanganan virus corona Covid-19.

Dalam video dengan latar belakang satu ruangan di rumah dinas gubernur, ia pun merasa kesal dan melontarkan agar Sekda Blora mundur dari jabatannya.

“Saya heran saja dengan Kabupaten Blora. Nek sekda ditakoni ra mudeng, sekdane kon mundur wae, nggo ngopo fungsine dadi sekda nek ora mudengan (Saya heran saja dengan Kabupaten Blora. Kalau Sekda ditanya nggak paham, Sekda-nya suruh mundur saja, buat apa fungsi jadi Sekda kalo nggak paham),” tegas Ganjar sesekali mengacungkan tangannya ke arah kamera.

Baca Juga :  Legislator Pati Minta Razia Penegakkan Aturan Jam Malam Tak Tebang Pilih

“Omongna, seng ngomong gubernur, omongna bupati entuk, omongna wakil e entuk (bilangin, yang bicara gubernur, bilang ke bupati boleh, ke wakil (bupati) boleh),” lanjutnya.

Gubernur berambut putih itu menuturkan bantuan sosial sangat penting untuk diberikan pada warga yang terdampak, apalagi warga di perantauan.

Ia pun tidak mau mendengar alasan soal regulasi dan sebagainya.

“Sekarang, kalau ada warga Blora susah di perantauan, mau dibantu atau tidak. Mikirnya satu, dibantu apa tidak, jangan pikir regulasi,” tandasnya.

Kalau tidak mau bantu, lanjutnya, karena alasan anggaran, Ganjar pun menantang agar pejabat dipotong pendapatannya.

Baca Juga :  Bangun Mental Baja dalam Berbisnis, Ganjar Fokus Kembangkan UMKM di Jateng

“Tunjangane setahun iki ora dibayar kon ngabdi karo rakyat, gelem opo ora (tunjangan setahun ini tidak dibayar untuk mengabdi sama rakyat, mau atau tidak),” ucapnya.

Kalau pemerintah kabupaten tidak mau membantu, Ganjar pun siap membantu warga di perantauan.

“Yen ra gelem mbok uncalke aku yo tak openane, sakuatku, sakisoku, makane anggaran (di provinsi) tak potongi kabeh (kalau nggak mau, terus dikasihkan saya, ya sini dibantu sekuatku, sebisaku, makanya anggaran dipotongi semua),” pungkasnya.

Di awal video tersebut, Ganjar mengungkapkan sudah menelepon beberapa kepala daerah lain seperti Gubernur DKI, Gubernur Jabar, Gubernur Banten, hingga Kemensos maupun presiden dan masing-masing sudah menyanggupi memberikan bantuan kepada warga Jateng yang merantau di daerahnya.

www.tribunnews.com