JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Aice Group Selesaikan Semua Poin Nota Pengawasan Ketenagakerjaan

Aice Group tengah melakukan rapid tes pada karyawan / dok Aice

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – PT Alpen Food Industry (AFI) sebagai bagian dari Aice Group, telah melaksanakan seluruh point dalam nota pengawasan.

“Seluruh perbaikan telah rampung dijalankan oleh perusahaan dalam beberapa waktu terakhir ini,” jelas Antonius Hermawan Susilo selaku Head of Corporate Human Resources Aice Group Holding Pte. Ltd., Jumat (5/6/2020).

Perbaikan tersebut, ujar Antoni, membuktikan bahwa perusahaan selalu berusaha menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Antoni menjelaskan, sebagai realisasi dari perbaikan tersebut, pihak perusahaan telah menambah jadwal program pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja, serta membuat prosedur safety patrol yang dijalankan oleh Tim P2K3.

“Program pelatihan ini bukan hanya sekedar melaksanakan nota pengawasan. Tapi merupakan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia di AFI,” ujar Antoni.

Menurutnya, kesehatan dan keselamatan seluruh pekerja merupakan asset dan bagian penting dari perusahaan.

Dikatakan Antoni, pihak perusahaan telah meningkatkan berbagai kebijakan yang penting terkait kesehatan dan keselamatan kerja. Terlebih bagi pekerja perempuan dan ibu hamil. “Kami juga menambah jam operasional klinik perusahaan, sehingga sekarang sudah full 24 jam,” jelas Antoni.

Baca Juga :  Covid-19 Renggut 115 Nyawa Dokter, Syafi’i Ma’arif Minta Jokowi Suruh Terawan Lebih Serius

Selain itu, jelas Antoni, Aice Group juga selalu bekerjasama dan meminta arahan dari seluruh regulator ketenagakerjaan dan pemangku kepentingan lainnya.

Di samping itu, Antoni juga menjelaskan, perusahaan selalu menjaga hubungan konstruktif dengan semua pemangku kepentingan.

Aice selalu mematuhi kebijakan Pemerintah dan berusaha memberi nilai tambah bagi industri makanan dan minuman di Indonesia dan berkontribusi dalam aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

“Saat ini Aice Group sudah berkembang menjadi salah satu perusahaan es krim terbesar di Indonesia,” paparnya.

Diketahui sebelumnya, nota pemeriksaan tersebut disampaikan selah adanya kunjungan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Lembaga Pengawasan Ketenagakerjaan (UPTDK) Wilayah II Jawa Barat Februari lalu.

Kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari pengaduan sekelompok pekerja Aice yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) ke pihak Kemenaker.

Baca Juga :  Insiden Penusukan Syekh Ali Jaber: Pelaku Sudah Ditahan, Polisi Belum Tahu Motif Penyerangan

Para pekerja tersebut terkena PHK karena terkualifikasi mengundurkan diri akibat aksi mogok kerja yang mereka lakukan lebih dari tujuh hari kerja. Padahal pihak perusahaan sudah dua kali melayangkan surat panggilan kerja, namun tak dihiraukan.

Intrik tersebut, akhirnya berujung pada hadirnya mediator, yang menelorkan rekomendasi mediasi No. 565/09/Disnaker tertanggal 7 Januari 2020.

Dalam kesempatan yang sama, Brand Manager AICE Group, Sylvana Zhong menjelaskan, sebagai produsen yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di industri es krim, Aice Group menilai kombinasi produk berkualitas dan menyokong kesehatan akan menjadi kekuatan di tengah pandemi ini.

Meski merupakan lembaga profit, ujar Sylviana, Aice Group memiliki misi sosial. Salah satu contohnya, bersama-sama dengan pemangku kepentingan pihaknya ikut melawan Corona.

“Misalnya seperti para dokter, perawat, rumah sakit dan organisasi sosial seperti GP Ansor, kami bahu membahu melawan covid-19 dengan cara yang ceria,” tutup Sylvana. suhamdani