JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Buntut 5 PNS Solo Positif Corona, 40 Kontak Erat Jalani Karantina Mandiri

Ilustraasi tenaga medis. Pixabay
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 40 orang kontak erat tenaga kesehatan (nakes) aparatur sipil negara (ASN) Kota Solo melakukan karantina mandiri. Hal itu berdasarkan tracing yang dilakukan DKK Solo setelah empat nakes dan satu ASN Dinsos Solo dinyatakan positif Corona.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, selain menerapkan karantina mandiri kepada 40 orang kontak erat nakes tersebut, pihaknya juga menutup Puskesmas Pembantu (Pustu) dimana keempat nakes tersebut bertugas.

“Penutupan dilakukan sampai Pustu kondusif, setidaknya sampai jumlah tenaga kesehatan mencukupi untuk memberikan pelayanan,” tukasnya.

Wali kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menambahkan, penutupan empat Pustu tersebut dilakukan berdasarkan ijin dari pihaknya.

Baca Juga :  Tak Ada Pemberangkatan, Pemkot Tarik Dana 5 Tim Pendamping Haji

“Ya ditutup dulu sementara, lalu disemprot disinfektan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemkot Solo menutup empat Puskesmas Pembantu (Pustu) setelah lima aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Solo yang bekerja sebagai tenaga medis (nakes) dinyatakan positif Corona. Penutupan direncanakan mulai hari ini, Selasa (2/6/2020).

Keempat Pustu tersebut yaitu Pustu Mojosongo I, Pustu Mojosongo II, Pustu Semanggi I dan Pustu Semanggi II. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih, lima ASN yang dinyatakan positif Corona tersebut tidak tinggal di Solo. Empat ASN merupakan nakes dan satu lainnya bertugas di Dinas Sosial Solo.

Baca Juga :  Ngeyel Tak Pakai Masker dan Tak Jaga Jarak di Luar Rumah Siap-siap Dibina Satpol PP Solo

“Mereka nakes saya, empat orang terkonfirmasi positif. Satunya yakni ASN Dinas Sosial. Saat ini mereka sudah menjalani perawatan di rumah sakit. Sejauh ini kondisi mereka sehat dan mereka tergolong sebagai orang tanpa gejala (OTG),” ujarnya, Selasa (2/6/2020).

Diakui Ning sebelumnya pihaknya tidak menyangka bahwa ASN nakes tersebut dinyatakan positif covid-19 setelah diswab karena kondisi mereka sehat. Setelahnya, DKK Solo langsung melakukan tracing atau penelusuran untuk mencegah penyebaran agar lebih luas.

“Kami bekerjasama dengan Kabupaten tempat mereka tinggal, Sukoharjo, Klaten, serta Karanganyar. Untuk melakukan tracing,” imbuhnya. Prihatsari