JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Cegah Covid-19, 1.000 Lebih Santri Ponpes Isy Karima Karanganyar Wajib Bawa Surat Kesehatan Saat Kembali. Semua Santri Juga Diwajibkan Karantina Dulu Secara Bertahap

Foto/Wardoyo
Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pondok pesantren Isy Karima, memberlakukan persyaratan surat kesehatan bagi para santri yang akan kembali ke pondok untuk memulai tahun ajaran baru yang akan dimulai pada bulan Juli 2020 mendatang.

Selain itu para santri yang kembali, harus menjalani tahapan karantina terlebih dahulu secara bertahap guna memastikan mereka aman dari covid-19.

Hal tersbut dikatakan pengasuh  pondok pesantren Isykarima, Syihabuddin, kepada wartawan, Rabu (17/06/2020).
Syihabuddin, mengatakan saat ini ada sekitar 1000 lebih santri berbagai daerah di Indonesia yang menuntut ilmu di pondok yang berada di kecamatan Karangpandan tersebut.

Baca Juga :  Menohok, Pernyataan Bakal Cawabup Wiwoho Ingatkan Pola Intervensi dan Menekan PNS dan Kades Justru Akan Berdampak Sikap Apatis Dari Rakyat!

Menurutnya, sejumlah persyaratan harus dipenuhi dan beberapa protokol kesehatan harus  dijalani oleh para santri. Mulai dari rumah, perjalanan sampai sebelum memasuki areal pesantren.

Pihak Ponpes telah menyiapkan pengamanan dalam rangka menerima kembalinya para pengurus pesantren dan santri sebelum memasuki areal pesantren.

Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa mereka dalam keadaan sehat.

“Para pengurus dan Santri Pelopor yang telah kita didik secara khusus ini datang lebih awal agar dapat menyiapkan segala protokol kesehatan, penataan lingkungan dan zona-zona khusus. Hal ini akan kita sosialisasikan secara awal kepada mereka untuk kemudian diterapkan kepada seluruh santri yang akan kembali,” jelasnya.

Baca Juga :  Kisah Pilu Bertumpuk-Tumpuk Ketua RT di Desa Buran Karanganyar Yang Kecelakaan dan Positif Covid-19. Di Rumah Sakit Tak Boleh Ditunggui, Operasi Tunggu Statusnya Negatif, Kerabatnya di Rumah Malah Meninggal Dunia

Ditambahkan, para santri akan masuk pondok pesantren secara bergelombang, yang dimulai dari santri tingkat SMP ,SMA dan pendidikan strata satu.

“Kita menerapkan sistem karantina. Rombongan pertama masuk dan langsung di karantina. Setelah masa karantina selesai, dilanjutkan Dengan gelombang selanjutnya, hingga seluruh santri masuk ke pondok,” tandasnya. Wardoyo