JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Cegah Covid-19, Semua Pemilih di Pilkada Sragen Akan Diberi Sarung Tangan Plastik. KPU Sampaikan Butuh Rp 20 Miliar Lebih Tambahan Anggaran

Foto/Wardoyo
Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – KPU Sragen menyampaikan pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi dipastikan membuat anggaran akan membengkak hingga lebih dari Rp 20 miliar.

KPU memastikan tetap akan mengutamakan keselamatan pemilih salah satunya dengan memberi sarung tangan plastik kepada semua pemilih yang akan menyalurkan hak pilihnya ke TPS.

“Kita melakukan penghitungan anggaran dalam rangka mengutamakan keselamatan penyelenggara dan pemilih di tengah pandemi Covid-19. Hasil hitungan kita, ada pembengkakan biaya untuk penambahan TPS sebesar Rp 3.882.289.950, serta anggaran pencegahan penyebaran Covid-19 sebesar Rp 16.746.719.000,” ujar Ketua KPU Sragen, Minarso, saat mengelar konferensi pers di kantor KPU Sragen, Selasa (16/6/2020).

Ia menguraikan biaya penambahan TPS, timbul karena KPU memutuskan untuk menurunkan batas maksimal pemilih dalam setiap TPS.

Baca Juga :  Buntut Video Viral Ratusan Pelamar Berdesakan Sampai Terinjak-Injak di Pabrik Boneka Masaran Sragen, Dinas Isyaratkan Sanksi. Sekda: Biar Jadi Pembelajaran Perusahaan!

Dari semula jumlah maksimal 800 pemilih per TPS, menjadi 500 pemilih per TPS. Hasilnya ada penambahan jumlah TPS dari semula 1.644 TPS menjadi
2.271 TPS.

“Akibatnya jumlah KPPS ikut bertambah,” urai Minarso.

Sementara biaya pencegahan Covid-19 sebesar Rp 16 miliar lebih, merupakan biaya untuk mencukupi kebutuhan thermo gun, hand sanitizer, disinfektan serta APD.

Semua itu adalah perlengkapan yang akan digunakan oleh para petugas di tiap lokasi pemungutan suara.

“Termasuk kita putuskan nanti para pemilih akan diberikan sarung tangan plastik saat mencoblos untuk mengurangi resiko penyebaran covid-19,” katanya.

Minarso melanjutkan, di sisi lain, KPU Sragen juga melakukan rasionalisasi dan efisiensi anggaran sebesar Rp 881.649.000.

Efisiensi ini diperoleh karena seluruh kegiatan yang berhubungan dengan koordinasi KPU RI dipangkas. Begitu juga koordinasi dengan KPU Jawa Tengah dikurangi hingga tersisa 40 persen.

Baca Juga :  Sejarah, Penetapan Paslon Pilkada Sragen Rame-Rame Diboikot Wartawan. Kesal Kinerja KPU Dinilai Tidak Profesional

“Acara-acara di KPU yang semula melibatkan massa semua dikurangi. Adanya pembengkakan dan efisiensi ini sudah kita sampaikan proposalnya ke pemkab,” terangnya.

Minarso mengatakan, KPU dan Pemkab Sragen bersama stakeholder terkait telah melakukan pembahasan terkait hal tersebut. Hasilnya Pemkab Sragen setuju untuk memberikan penambahan anggaran untuk biaya penambahan TPS sebesar Rp 3 miliar.

“Dibulatkan menjadi Rp 3 miliar. Sementara kebutuhan KPU dalam pencegahan Covid-19, semuanya akan dipenuhi pemkab dalam bentuk barang hibah. Seperti APD untuk penyelenggaraan dan peralatan lain, pengadaannya lewat Dinas Kesehatan. Sehingga KPU tidak belanja barang,” papar Minarso. Wardoyo