JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Cegah Pengunjung Berpapasan, Jalur Pedestrian di Malioboro Dibikin 2 Jalur Searah

Malioboro / tribunnews

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menghadapi era new normal, jalur pedestrian di Malioboro akan dibuat dua jalur di sisi sisi barat dan timur malioboro, di mana masing-masing hanya boleh digunakan untuk satu arah.

Jalur sisi timur Malioboro diperuntukkan bagi pejalan kaki ke arah selatan, sementara jalur di sisi barat digunakan untuk pejalan kaki dari arah selatan ke utara.

“Dengan demikian, para pengunjung tidak berpapasan saat berjalan-jalan di Malioboro,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Ekwanto, Kamis (11/06/2020).

Untuk kepentingan itulah, ujar Ekwanto, pihaknya kini tengah melakukan simulasi mengenai alur pengunjung tersebut sekaligus melakukan sosialisasi.

Meski demikian, ujar Ekwanto, pengunjung Malioboro masih boleh menyeberang. Ada beberapa titik penyeberangan, di mana petugas Jogoboro akan membantu pengunjung menyeberang.

Baca Juga :  Ultah ke-23 Tahun, BAF Salurkan Bantuan Untuk Anak Indonesia

“Menyeberang boleh, kita sudah kita siapkan. Kalau crowded nanti akan dibantu oleh Jogoboro. Kalau tidak crowded ya tidak apa-apa,” sambungnya.

Pihaknya juga melibatkan kecamatan untuk membantu mengawasi pengunjung yang masuk Malioboro melalui sirip-sirip. Ada tiga kecamatan yang terlibat yaitu, Kecamatan Gondomanan, Kecamatan Gedongtengen, dan Kecamatan Danurejan.

Selain membatasi alur pengunjung, rencananya UPT Malioboro juga akan membatasi jumlah pengunjung Malioboro.

“Nanti akan kita hitung dan kita minta untuk registrasi lewat QRcode. Jadi tidak ada penumpukan pengunjung,”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menerangkan data pengunjung akan langsung terkirim ke server Pemkot Yogyakarta.

Baca Juga :  Puskesmas Gedongtengen dan Wirobrajan Ditutup karena Sejumlah Nakes Dinyatakan Positif Covid-19

Dengan begitu, Pemkot Yogyakarta bisa memonitor pengunjung Malioboro.

“Setiap pengunjung akan memindai QRcode pada setiap kawasan terus langsung dikirimkan ke server Pemkot Yogya. Fungsinya jika disuatu kawasan diketemukan kasus COVID-19 kita bisa melacak dan melakukan tracing lebih mudah,” terangnya.

“Itu belajar dari klaster Indogrosir yang kemarin kita mengundang (rapid tes), dengan tanda bukti struk. Dengan sistem QRcode kita bisa langsung mengundang yang pada waktu tertentu berada di suatu kawasan,” sambungnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol pencegahan COVID-19.

Pihaknya juga akan tegas jika ada pengunjung Malioboro yang kedapatan tidak memakai masker.  

www.tribunnews.com