JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Cermati Pilkada Serentak, Ganjar Usulkan Mekanisme e-Voting Agar Tak Ada Kerumunan di TPS

Gubernur Ganjar Pranowo. Foto/Humas Jateng
Gubernur Ganjar Pranowo. Foto/Humas Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mulai mencermati keputusan Pemerintah, DPR dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah mengambil keputusan secara bulat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 270 akan digelar pada 9 Desember mendatang.

Menurut Ganjar sapaan akrabnya, pelaksanaan tahapan akan dimulai 15 Juni dengan mengusung protokol kesehatan termasuk penggunaan alat sekali pakai. Atas kondisi tersebut dapat dipastikan anggaran Pilkada 2020 yang akan berlangsung di tengah pandemi Covid-19 menjadi membengkak.

“Secara prinsip, kami (Jawa Tengah) siap menggelar Pilkada serentak tahun ini. Meskipun, harus ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan dalam pelaksanaan pilkada serentak tersebut. Intinya kami siap semuanya,” kata Ganjar saat ditemui di kantornya, Selasa (9/6/2020) siang tadi.

Menurut Ganjar, pihaknya akan melakukan pengkajian untuk lebih mematangkan SOP yang mesti dilakukan, mulai tahapan awal sampai tata cara pencoblosan. Menurut dia, proses Pilkada saat ini memang harus berbeda. Ada banyak rutinitas yang diubah, misalnya cara kampanye yang tidak lagi terbuka dengan mengumpulkan massa besar, melainkan menggunakan medsos dan platform digital lainnya.

Baca Juga :  Mohon Perhatian, Warga Sragen yang Ada di Jakarta Sementara Jangan Pulang Dulu. Bupati dan Gubernur Ganjar Minta Warga Dukung Pelaksanaan PSBB!

“Syukur-syukur sebenarnya, kalau hari ini kita percaya dengan sistem, proses pemilihannya menggunakan e-voting. Hari ini sebenarnya saatnya kita pakai e-voting, meskipun saya tahu perdebatan pasti akan sangat panjang. Namun, harus ada pola baru yang disiapkan agar tidak ada kerumunan massa saat proses pencoblosan berlangsung,” terangnya.

Ganjar ingin ada diskusi dan pembahasan serius tentang kemungkinan e-voting digunakan saat Pilkada nanti. Dengan mekanisme itu, sebenarnya orang tidak perlu berkerumun datang ke tempat pemungutan suara, karena dimanapun dia berada bisa menentukan pilihannya masing-masing.

“Dengan e-voting, orang bisa ngevote dimanapun dia berada. Sebenarnya, ini cara yang bisa dipakai di tengah kondisi saat ini. Saya pengen ada diskusi dan pembahasan serius soal ini,” terangnya.

Disinggung terkait penganggaran termasuk kesiapan anggaran untuk protokol kesehatan saat Pilkada berlangsung nanti, Ganjar menegaskan semuanya sudah disiapkan. Namun dirinya justru mengkhawatirkan kesiapan daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak itu.

Baca Juga :  KPU Sahkan Perubahan Peraturan Kampanye Pilkada dalam Masa Pandemi: Konser Musik hingga Kegiatan Perlombaan Dilarang, Ngeyel akan Langsung Dibubarkan

Pasalnya, pandemi covid-19 ini memaksa semua daerah melakukan refocusing anggaran untuk penanganan wabah. Perlu dievaluasi bersama, apakah daerah-daerah itu masih ada anggaran untuk pilkada atau tidak.

“Kalau tidak ada, maka urutannya bagaimana, apakah dibantu dari provinsi, pusat atau bagaimana. Soal ini sedang dibahas oleh KPU, Kemendagri dan Bawaslu. Namun intinya kami siap, kami akan bantu dan dorong Kabupaten/Kota untuk hal ini,” tutupnya.

Sekadar diketahui, pelaksanaan Pilkada serentak 2020 rencananya akan tetap digelar tahun ini. Sekedar diketahui, di Pilkada serentak akan diselenggarakan di 21 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah pada bulan Desember mendatang.

Diantaranya, digelar di Kabupaten Blora, Boyolali, Demak, Grobogan, Kebumen, Kendal, Klaten, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Semarang, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri dan Kabupaten Wonosobo. Sementara untuk Kota, diantaranya Kota Magelang, Kota Pekalongan, Kota Semarang dan Kota Surakarta. Satria Utama