JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Di Antara 200 Negara, Indonesia Urutan ke-97 Negara Aman dari Covid-19

Ilustrasi melawan virus corona. Pixabay/Ahmad Triyawan

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di antara 200 negara, Indonesia menempati urutan ke-97 sebagai negara yang aman dari Covid-19.

Demikian laporan yang dirilis oleh Deep Knowledge Group. Dalam laporan berjudul ‘Covid-19 Safety Assessment of 200 Regions’, hasil penilaian dari 200 negara tersebut  dikelompokkan menjadi empat bagian.

Bagian pertama diisi oleh 20 negara dengan peringkat teratas daerah teraman. Antara lain Swiss, Jerman, Israel, Singapura dan Jepang.

Deep Knowledge Group adalah konsorsium organisasi komersial dan nirlaba, yang melakukan studi kasus analitis khusus yang mengklasifikasikan, menganalisis dan memberi peringkat stabilitas ekonomi, sosial, dan kesehatan 200 negara secara global.

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Syahrizal Syarif mengatakan indikator studi tersebut banyak dipengaruhi tingkat kemakmuran suatu negara, dan kebijakan pemerintah dalam mengurangi tekanan disrupsi sosial dan ekonomi.

Baca Juga :  KPU Sahkan Perubahan Peraturan Kampanye Pilkada dalam Masa Pandemi: Konser Musik hingga Kegiatan Perlombaan Dilarang, Ngeyel akan Langsung Dibubarkan

“Rangking negara wajar umumnya ditempati negara high income country (negara berpendapatan tinggi), kecuali Vietnam di ranking ke-10,” kata Syahrizal kepada Tempo Kamis (11/6/2020).

Indonesia berada di kelompok ketiga dan mendapatkan skor 450. Angka itu berada di bawah dari negara Asia Tenggara lainnya, seperti Singapura (peringkat 4) dengan skor 744, Vietnam (20) dengan skor 637, Malaysia (30) dengan skor 565, Thailand (47) dengan skor 541, Filipina (55) dengan skor 532, dan Myanmar (83) dengan skor 482.

Adapun Kamboja dan Laos tepat di bawah Indonesia, dengan peringkat 98 dan 99.

Baca Juga :  Peringatan, Muncul Potensi Gempa Dahsyat dan Tsunami Setinggi 20 Meter di Selatan Pulau Jawa. BKMG Imbau Ini Yang Harus Dilakukan Masyarakat!

Laporan tersebut, kata Syahrizal, menguntungkan Singapura dan Vietnam untuk menarik minat turis ke negara mereka.

Sementara bagi Indonesia merugikan dalam upaya mempercepat kembalinya kunjungan wisata ke Bali, Lombok, Yogyakarta, dan destinasi wisata lainnya.

Meski di urutan bawah, Syahrizal mengatakan informasi terpenting adalah apakah wabah Covid-19 di negara tersebut sudah menurun dan terkendali atau tidak.

“Info sederhana ini jauh lebih berarti untuk turis, travel, dan trade (perdagangan),” ucap dia.

Menurut Syahrizal,  pendekatan yang digunakan Deep Knowledge bisa ditiru pemerintah dalam menentukan peringkat kota paling aman di Indonesia.

“Bappenas atau Kemenristek punya kemampuan dan sumber daya untuk melakukan ini,” ujarnya.

www.tempo.co