JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Gelombang Penolakan di Mana-Mana, Rapat Lanjutan Perobohan Tugu Mengundang 10 Perguruan Silat di Sragen Akhirnya Ditunda Tanpa Kepastian. Perobohan Batal?

Salah satu poster penolakan perobohan tugu yang dibentangkan saat aksi. Foto/Wardoyo
Salah satu poster penolakan perobohan tugu yang dibentangkan saat aksi penolakan di Masaran, Sragen.  Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rencana pertemuan lanjutan membahas perobohan semua tugu perguruan silat di Sragen, dilaporkan batal digelar.

Maraknya gelombang aksi penolakan perobohan dari berbagai perguruan, disinyalir membuat pihak-pihak penggagas pertemuan, akhirnya memilih mundur teratur dan membatalkan pertemuan yang sedianya dijadwalkan Senin (29/6/2020) kemarin.

Hingga Selasa (30/6/2020) hari ini, tidak ada kabar kepastian pertemuan lanjutan yang dijadwalkan mengundang semua perwakilan perguruan silat yang ada di Sragen itu.

Belakangan, justru beredar kabar, pertemuan untuk memantapkan wacana perobohan itu batal tanpa ada kepastian.

Keputusan pembatalan itu diungkapkan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sragen, Suprapto, Selasa (30/6/2020).

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengatakan memang sudah menerima pemberitahuan dari pihak Intelkan Polres yang mengabarkan bahwa pertemuan lanjutan rencana perobohan tugu, ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Pemberitahuan penundaan itu juga sudah ia sampaikan ke semua perwakilan pengurus perguruan silat di Sragen yang sebelumnya akan diundang.
“Ya memang ditunda. Saya kemarin dapat pemberitahuan via telpon dari Pak Kasat Intel Polres kalau pertemuan ditunda. Tidak ada alasan apa-apa dan penundaan sudah kami informasikan ke semua pengurus perguruan silat,” paparnya.

Baca Juga :  Harga Beras Sragen Mencekik, 2 Politisi Cantik Ini Rela Terjun Gelar Pasar Murah. Berasnya Premium Harga Cuma Segini

Suprapto menguraikan sedianya ada 10 perguruan silat yang akan diundang dalam pertemuan lanjutan kemarin. 10 perguruan itu di antaranya PSHT parluh 16 dan 17, Garuda Sakti, Cempaka Putih, Perisai Diri, Tapak Suci, Kumbang Malam, IKSPI dan Pagar Nusa.

“Tapi kelihatannya hari ini tadi ada pertemuan ormas-ormas perguruan silat itu dengan Kesbangpolinmas,” terangnya.

Soal penundaan rapat apakah terkait banyaknya aksi penolakan, Suprapto menyebut tidak menutup kemungkinan itu menjadi salah satu alasan.

Sebab sejak wacana perobohan tugu muncul, memang banyak laporan adanya penolakan. Ia menyebut 20 ranting PSHT pusat Madiun di hampir tiap-tiap ranting menolak perobohan.

“Laporan yang kami terima, mereka menngadakan aksi semua. Yang di Masaran, Sidoharjo malah turun ke jalan. Kalau ranting-ranting lainnya hanya penolakan bersama di depan tugu-tugu prasasti masing-masing,” jelasnya.

Perihal apakah penundaan rapat itu mengindikasikan wacana perobohan bakal batal, ia mengaku tidak bisa berkomentar.

Di sisi lain, tidak hanya PSHT, aksi penolakan perobohan juga datang dari Pagar Nusa. Ketua PC Pagar Nusa Sragen, Muh Ihwan Tasykuri menyatakan menolak keras instruksi perobohan semua perguruan silat yang ada di Sragen.

Baca Juga :  Lantik 20 Ketua Ranting PSHT Sragen, Ketua Jateng-DIY Pesan: Jaga Jari-Jari Kalian dari Upaya Provokasi Lewat HP!

Sebab menurutnya, pihaknya dalam hal ini, Pagar Nusa tidak dilibatkan dalam pembicaraan awal bersama Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkompimda) yang kemudian diklaim menyepakati perobohan semua tugu perguruan silat.

Lebih dari itu, menurutnya, tugu perguruan dibangun sebagai wujud simbol dan lambang kebesaran perguruan. Terlebih, selama ini, Pagar Nusa dalam mendirikan tugu selalu didasari izin terlebih dahulu.

”Makanya kami menolak statement untuk merobohkan semua tugu perguruan silat di Sragen. Alasannya itu simbol yang sama dengan bendera. Itu simbol kebanggaan kita, walaupun di kabupaten Sragen kita tidak pernah punya masalah. Makanya kalau semua tugu dirobohokan, kita dirugikan. Nggak pernah ada masalah tapi ikut jadi imbasnya,” paparnya.

Ihwan menguraikan selama berdiri di Sragen Pagar Nusa tidak pernah berkonflik. Bahkan selama ini, perguruannya selalu bersinergi dan siap menjaga kondusivitas wilayah Sragen, bersama Polri dan TNI.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com