JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

ICW Ragukan Keberanian KPK Ungkap Sosok Pelindung Nurhadi

Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (6/11/2018) lalu / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) era Firli Bahuri diragukan berani mengungkap orang yang melindungi mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi selama ini.

Hal itu disampaikan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).

“Wajar jika publik pesimistis KPK berani menindak oknum yang melindungi atau membantu pelarian Nurhadi,” kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, Jumat (5/6/2020).

Kurnia mengatakan, keraguan itu diperkuat dengan pernyataan Firli. Ditanya soal kemungkinan menjerat pelindung Nurhadi, Firli mengatakan KPK saat ini fokus dengan kasus utama, yaitu suap dan gratifikasi.

Baca Juga :  Kalangan Pengusaha Sangat Berharap Pada Reshuffle Kabinet Jokowi

Menurut Kurnia, pernyataan itu memberi kesan KPK hanya ingin fokus ke pokok perkara.

Padahal, Pasal 21 UU Tindak Pidana Korupsi atau pasal menghalangi penyidikan dapat diusut secara bersamaan, tanpa harus menunggu pokok perkaranya rampung.

Selain itu, Kurnia menangkap kesan KPK memberi keistimewaan kepada mantan Sekjen MA itu.

Dalam konferensi pers seusai penangkapan, Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono hanya sebentar ditampilkan di ruangan pers.

Di tengah konferensi pers, Nurhadi dimasukan ke dalam dengan alasan akan diperiksa. Padahal, kata dia, Nurhadi tak diperiksa melainkan hanya ditaruh di ruang tunggu, hingga konferensi pers selesai.

Baca Juga :  Ini 3 Kepala Dinas yang Terseret Kasus Korupsi Bupati Kutai Timur dan Resmi Jadi Tersangka

“Tentu ini menimbulkan kecurigaan,” ujar dia.

Sebelum ditangkap KPK, Nurhadi sempat menjadi buronan selama lebih dari 100 hari. Dalam pelariannya itu, Nurhadi diduga kerap berpindah tempat.

Pendiri Kantor Hukum dan HAM Lokataru, Haris Azhar menyebut Nurhadi dilindungi oleh sebuah pasukan. Maka itu, butuh waktu lama bagi KPK menangkap buronan itu. Akan tetapi, Haris tak menyebut lebih detail siapa pasukan tersebut.

www.tempo.co