JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Istana Kepresidenan Terapkan New Normal, Jumlah Wartawan Dibatasi

Petugas melakukan pengukuran suhu tubuh kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat memasuki Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Lingkungan Istana kepresidenan bakal menerapkan tatanan kenormalan baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19.

Rencananya, tatanan kenormalan baru tersebut akan diterapkan di semua tempat dan di semua aspek kehidupan, bukan hanya di Istana Kepresidenan.

Sejumlah aspek mulai dari kegiatan harian hingga acara kenegaraan yang diselenggarakan di Istana, disesuaikan dengan merujuk pada protokol kesehatan yang ketat.

Mulai dari Istana Bogor, Jakarta, Tampaksiring, hingga Istana Yogyakarta, semua berlaku prosedur standar kenormalan baru.

Baca Juga :  Lelakon, Ditingal Suami Salat Subuh di Masjid, Sang Istri Malah Selingkuh dengan Oknum Satpol PP

Adaptasi kebiasaan baru juga diterapkan dalam kegiatan-kegiatan Presiden di Istana.

“Untuk acara pelantikan misalnya, pejabat yang hadir dibatasi antara 5 hingga 7 orang,” ujar Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono lewat keterangan tertulis, Kamis (4/6/2020).

Sementara untuk upacara peringatan yang biasanya dilakukan di lapangan, kini dilakukan secara virtual. Contohnya, saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2020.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin menambahkan, perubahan juga terjadi dalam hal peliputan acara-acara Presiden di Istana.

Baca Juga :  Kasus Joko Tjandra, Kejagung Buru Bukti Perjalanan Jaksa Pinangki Keluar Negeri

Jika biasanya banyak wartawan yang hadir dalam acara Presiden, maka kini dikurangi dengan bantuan streaming dan konsep TV pool serta foto pool.

“Artinya, ya memang dibatasi. Kapasitas kendaraan untuk wartawan juga akan berkurang yang tadinya 10 (penumpang), mungkin jadi 5 (penumpang). Karena itu adalah keharusan yang harus dijalankan. Itu bagian dari protokol kesehatan,” ujar Bey.

www.tempo.co