JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Jasad Pria Paruh Baya Membusuk Terlentang di Pintu Kamar Gemparkan Warga Serengan Solo

Petugas mengevakuasi mayat laki-laki paruh baya di RT 03 RW 04 Serengan, Minggu (28/06/20) pagi. Foto: JSNews/Prabowo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penemuan jasad laki-laki paruh baya menggemparkan warga Jalan Arjuna RT 03 RW 04 Serengan, Minggu (28/06/20) pagi. Jasad Bambang Sucipto (65) ditemukan membusuk terlentang di pintu kamar rumahnya. Korban diduga sudah meninggal lebih dari 24 jam.

Tim gugus tugas Covid-19 Kota Surakarta dan tim Sar Gabungan mengevakuasi jasad korban dengan standart protokol kesehatan.

Dari informasi yang dihimpun, kecurigaan warga sekitar akan bau busuk sejatinya sudah tercium sejak kemarin. Namun karena dikira bangkai tikus, bau busuk itu akhirnya tak digubris.

Namun bau busuk tersebut semakin menyengat sehingga dicek oleh beberapa penguni kos yang berada di rumah korban. Sejurus kemudian diketahi Bambang Sucipto meninggal di depan pintu.

Baca Juga :  Satu Anggota Polisi Solo yang Sempat Positif Covid-19 Kembali Jalani Test Swab, Ini Hasilnya

“Sebenarnya kemain anak kost sudah curiga karena ada bau busuk menyengat, tapi tidak menaruh curiga karena dikira bangkai tikus. Karena bau semakin menyengat, akhirnya dilaporkan ke warga, ternyata korban sudah meninggal,” kata Kapolsek Serengan, AKP Suwanto.

Korban diketahui sendirian berada di rumah. Sebab sang istri sedang berada di Semarang karena menjaga kakaknya yang sedang sakit.

“Dari keterangan istri, korban memang memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Setelah dievakuasi korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi untuk proses otopsi,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu warga Chandra Wisnu Pradana, awalnya pintu rumahnya diketuk oleh salah seorang penghuni indekos korban. Mereka curiga karena dari arah kamar korban tercium bau busuk yang menyengat.

Baca Juga :  Operasi Sikat Jaran Candi 20 Hari, Polresta Solo Amankan 10 Pelaku Kejahatan

“Karena mereka perempuan, takut mau masuk, akhirnya minta tolong saya untuk melihatkan, karena korban dipanggil-panggil tidak keluar. Setelah saya masuk, teryata pak Bambang sudah meninggal, tubuhnya sudah menggembung dan mengeluarkan cairan. Warna kulitnya juga sudah menghitam,” ungkap Chandra.

Mengetahui hal tersebut, saksi langsung memanggil ketua RT setempat serta pihak Limnas dan Polsek. Korban sendiri, lanjut Chandra, biasa tinggal dirumah bersama anak kost dan istri. Namun sang istri sudah beberapa hari tak terlihat dilokasi. Prabowo