JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Miris, Banyak Benda Peninggalan Purbakala Bernilai Sejarah Tinggi di Karanganyar Yang Sebagian Diambil Oknum Tak Bertanggungjawab. Ini Deretan Temuan dari Artefak Kerajaan Kediri, Prasasti Hingga Benda Peninggalan VOC

Tim saat menunjukkan benda sejarah diduga stupa dan artefak peninggalan kerajaan Kediri yang ditemukan di Pulosari, Kebakkramat, Kamis (18/6/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim saat menunjukkan benda sejarah diduga stupa dan artefak peninggalan kerajaan Kediri yang ditemukan di Pulosari, Kebakkramat, Kamis (18/6/2020). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah artefak peninggalan sejarah purbakala yang ditemukan di sejumlah lokasi di Karanganyar, sampai saat ini, masih berada di lokasi temuan.

Pihak dinas menyerahkan pengamanannya diserahkan sepenuhnya kepada warga sekitar.

Pemerintah kabupaten Karanganyar, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengaku belum memiliki museum untuk menyimpan benda temuan yang memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi itu.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Sawaldi, menyampaikan, banyak hasil peninggalan bersejarah yang ditemukan.

Namun sebagian justru diambil oleh orang yang tidak bertanggungjawab, karena benda tersebut berserakan dan tidak dikumpulkan di satu tempat.

“Di Karanganyar sendiri banyak sekali ditemukan benda bersejarah. Hanya saja memang hasil temuan itu, belum ditempatkan di satu lokasi. Kita hanya menggandeng masyarakat, pemerintah desa dan kecamatan, untuk menyimpan dan melakukan pengamanan,” paparnya Minggu (28/06/2020).

Baca Juga :  Gandeng Mitra Internasional, FKIP UMS Kembangkan Sekolah Penggerak di MIM Mojogedang Karanganyar,

Sawaldi berharap, pemerintah kabupaten dapat membangun satu museum untuk menyimpan benda temuan benilah sejarah tinggi.

Selain sebagai tempat konservasi, kehadiran museum itu nantinya juga bisa sekaligus sebagai salah satu lokasi tujuan wisata.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat menggali makam di Desa Pulosari, kecamatan Kebakramat, warga menemukan yoni, gapura yang sebagian masih terpendam dalam tanah, batu hitam dan bata merah yang memiliki relief, yang diduga peninggalan masa kerajaan Kediri.

Baca Juga :  Selamat dari Pembacokan, Wakapolres Karanganyar dan Satu Warga Solo Diganjar Penghargaan dari Kapolda Jateng. Total Ada 34 Personel dan 2 Warga Terima Penghargaan

Saat ini, beda bersejarah tersebut, diamankan oleh juru kunci makam.
Selain penemuan benda bersejarah di Kebakramat, dari hasil eksplorasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, juga ditemukan yoni dan opak-opak kuno di tengah area persawahan milik warga di kecamatan Matesih.

Kemudian prasasti batu tulis di Desa Karanglo, kecamatan Tawangmangu, arca candi dan yoni di Desa Ngadirejo, kecamatan Mojogedang serta menara Kastin setinggi 10 meter yang diduga merupakan peninggalan VOC yang ditemukan di Desa Tawangasari, Kecamatan Kerjo.

“Sementara kita meminta bantuan warga sekitar untuk mengamankan. Temuan ini segera kita tindaklanjuti dengan menggandeng tim ahli cagar budaya,” jelas Sawaldi. Wardoyo