JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Kegiatan Agama di Batang Mulai Diizinkan, Sektor Perekonomian Masyarakat Dibangkitkan

Bupati Batang Wihaji saat mengadiri Majelis Taklim An Nur Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Minggu (28/6/2020) pagi. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

BATANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wabah corona virus disease 2019 (covid-19), telah mengubah tata cara kehidupan manusia di seluruh dunia mulai dari interaksi sesama maupun kegiatan keagamaan dalam menegakkan ibadah kepada Tuhan YME.

Tata cara hidup manusia sekarang sangat berbeda saat belum terjadinya pandemi ini, bisa disebut dengan “New Normal” dimana masyarakat harus menggunakan masker saat bepergian dimanapun dan kapanpun dan menjaga jarak atau “Social distancing” agar tidak terjadinya penyeberan virus yang sangat berbahaya ini.

Memasuki new normal, Bupati Batang, Wihaji, telah menggulirkan izin untuk kegiatan keagamaan diantaranya majelis taklim dan kelompok pengajian lainya.

“Kegiatan keagamaan hari ini kita perbolehkan, karena surat edaran bupati tentang era mormal baru kegiatan keagamaan baru saja ditandatangani. Namun demikian, tetap ada batasan – batasan dan aturan yang harus dilaksanakan serta dipatuhi sesuai protokol kesehatan,” kata Wihaji saat mengadiri Majelis Taklim An Nur Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Minggu (28/6/2020) pagi.

Baca Juga :  Bupati Batang Hanya Izinkan Penyelengaraan Hajatan di Zona Hijau

Ia melanjutkan, semenjak merebaknya wabah virus corona yang berlangsung hampir selama empat bulan, semua kegiatan yang mengundang masyarakat banyak dilarang. Tidak terkecuali kegiatan keagamaan, seperti pengajian yang juga tidak diperkenankan. Larangan itu sebagai upaya antisipasi terjadinya penularan virus yang selama ini belum ada obatnya.

Wihaji juga menyampaikan, tidak hanya kelompok kegiataan agama Isalam saja, tapi juga agama Kristen, Hindu, Budha dan lainya tetap memenuhi aturan standar protokol kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan, ukur suhu, jaga jarak.

“Saya khawatir jika hal ini tidak dilaksanakan akan ada klaster – klaster baru,” ungkapnya.

“Walau terlihat aneh dan tidak lazim memakai masker setiap hari, hal ini bagian era normal baru dimana kebiasaan sehari – hari yang dilakukan tidak seperti biasanya,” terang Wihaji.

Baca Juga :  Selamat dari Pembacokan, Wakapolres Karanganyar dan Satu Warga Solo Diganjar Penghargaan dari Kapolda Jateng. Total Ada 34 Personel dan 2 Warga Terima Penghargaan

“Kami meminta masyarakat tetap biasa dengan keadaan sekarang dengan tidak menganggap enteng covid-19 apalagi menyepelekan,” terang dia.
Dongkrak Sektor Perekonomian

Sebelumnya, dalam membangkitan sektor perekonomian akibat dampak pandemi covid-19, Bupati Batang Wihaji, menyampaikan budidaya cacing bisa menjadi solusi untuk menciptakan wirausaha baru. Wihaji juga mengapresiasi paguyuban pengusaha cacing dari Kecamatan Reban yang sudah mampu memproduksi fermentasi cacing untuk pupuk tanaman, dan juga dibuat campuran teh yang berguna untuk kesehatan.

“Budidaya cacing dapat menciptakan wirausaha yang sejalan dengan program Pemkab Batang untuk menciptakan 1.000 wirausaha baru,” urai dia.

Menurut dia, dengan fokus membudidayakan budidaya cacing, menjadi salah satu solusi di fase new normal.

“Budidaya cacing, usahanya di rumah, perawatanya gampang, lahanya tidak luas dengan modal sedikit tapi hasilnya lumayan. Budidaya cacing salah satu solusi di era normal baru covid-19,” pungkas dia. Satria Utama