JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Lagi, 7 PNS Solo Reaktif Rapid Test, Segera Jalani Swab Test

Wali kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menjalani rapid test, Rabu (27/5/2020). Prihatsari
Wali kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menjalani rapid test, Rabu (27/5/2020). Prihatsari

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak tujuh aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Solo kembali dinyatakan reaktif saat melakukan uji cepat atau rapid Test covid-19 yang dilaksanakan Rabu (10/6/2020), di Pendapi Balaikota Solo. ASN peserta uji cepat Corona kali ini berstatus orang dalam pemantauan (ODP), diikuti 342 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, Siti Wahyuningsih menuturkan, para ASN tersebut berasal dari 27 organisasi perangkat daerah (OPD). Uji cepat menggunakan sistem random tersebut diperuntukkan ASN yang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Baca Juga :  CATAT!, Naik Mobil Pribadi di Solo Juga Wajib Pakai Masker Jika Tak Ingin Kena Razia

“Rapid test dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis (10-11/6/2020) dengan jumlah masing-masing rapid test kit yang disediakan 350 dan 400 buah,” imbuhnya.

Sedangkan untuk OPD yang melaksanakan rapid test pada Rabu diantaranya Sekretariat DPRD (Sekwan) Kota Solo, Bagian Umum, Kesra, Pemerintahan, Organisasi, Kerjasama,
Kantor Pengadaan Barang dan Jasa, Bagian, Dinas Perumahan dan Pemukiman, BPPKAD, Kominfo, BPMTSP, Kesbangpol, Bappeda.

Selaiin OPD di atas tes cepat juga diikuti PNS dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Kantor Kemenag, Disnaker, DLH, Dinas Pemuda dan Olah Raga, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, DKK serta Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah.

Baca Juga :  Pengamat Hukum: Pilkada Solo Antiklimaks, Sudah Selesai. Tidak Ada Etika Berpolitik

“Yang bersangkutan (ASN reaktif-red) dihubungi untuk menyampaikan hasil rapid test dan kemudian dijadwalkan untuk melakukan tes usap. Harapannya bisa segera swab dan diketahui hasilnya. Selama menunggu, mereka harus melakukan karantina mandiri di rumahnya masing-masing,” pungkas Ning. Prihatsari