JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mengenal Sosok Yosef Benyamin Yembise, Mutiara dari Papua Yang Bersinar Emban Tugas di Kemenkumham (Bagian 1). Dikenal Tegas dan Konsisten, Ciptakan Sejarah Bawa Lapas Sragen Raih Penghargaan WBK Nasional

Kalapas Sragen, Yosef Benyamin Yembise seusai menerima penghargaan predikat WBK dari Kemenpan RB di Jakarta. Foto/Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kalapas Sragen, Yosef Benyamin Yembise seusai menerima penghargaan predikat WBK dari Kemenpan RB di Jakarta. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tampuk pimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Sragen segera berganti.

Yosef Benyamin Yembise yang saat ini menjabat sebagai Kalapas akan segera menanggalkan jabatan untuk mengemban tugas barunya di Tarakan, Kalimantan Utara.

Kalapas fenomenal kelahiran Nabire, Papua itu menanggalkan jabatan usai bertugas memimpin Lapas Sragen selama satu tahun 10 bulan sejak akhir 2018 silam

Saat berbincang dengan JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (11/6/2020), Yosef mengaku sangat terkesan selama mengemban jabatan di Bumi Sukowati. Menurutnya, banyak kenangan dan pengalaman yang ia raih selama memimpin Lapas Sragen.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan, kerjasama dan doanya sehingga kami bisa menjalankan amanah bertugas di Sragen hingga mendapat kepercayaan bertugas di tempat baru di Tarakan. Begitu banyak hal yang kami banggakan dengan Sragen,” paparnya.

Baca Juga :  Kades Tegaldowo Gemolong Positif Covid-19, Balai Desa Langsung Lockdown 10 Hari. Pelayanan Ditutup Total, Semua Perangkat Desa Diswab!

Yosef menguraikan surat tugas di tempat yang baru sudah turun melalui SK Kemenkumham RI tertanggal 20 Mei 2020 lalu. Dalam waktu dekat dirinya akan segera bertolak menuju Tarakan untuk memimpin Lapas Kelas II A di sana.

Saat ditanya kesannya bertugas di Sragen, Kalapas yang masih sedarah dengan mantan Menteri PPA, Yohana Yembise itu mengaku Sragen memberinya banyak pengalaman hidup dan bagaimana konsistensi terhadap sebuah amanah tugas.

Hal itu ia tunjukkan dengan serangkaian gebrakan reformasi birokasi dan pelayanan sejak kali pertama menjabat. Melalui berbagai pendekatan dan konsistensi, Yosef secara bertahap merombak dan menyulap kondisi Lapas Sragen 180 derajat.

Baca Juga :  Terseret Skandal Pungli Perdes Rp 665 Juta, Mantan Kades Trobayan Sragen dan Suaminya Segera Ditahan. Jaksa Pastikan Tinggal Tunggu Kondisi Ruang Tahanan

Kesan angker, tertutup, label sarang narkoba hingga praktik pungli yang sebelumnya melekat di Lapas Sragen, dikikis habis.

Pelayanan pun berubah jadi transparan, petugas wajib senyum, terobosan menggandeng beberapa pihak termasuk pemberdayaan napi untuk memproduksi keset tujuan ekspor.

Puncaknya, Yosef kali pertama membawa Lapas Sragen meraih penghargaan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan menjadi satu dari 8 Lapas terbaik di Indonesia pada 2019 lalu.

“Tentunya semua itu tidak bisa kami raih sendirian. Banyak pihak dan elemen yang mendukung, sehingga sudah selayaknya kami ucapkan terimakasih kepada semua warga Sragen dan semua pihak yang selama ini banyak membantu kami di Lapas Sragen. Kami mohon pamit untuk bertugas di tempat baru,” tandasnya. (Wardoyo/bersambung)