JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

PPDB di Kota Semarang Dilaksanakan Tanpa Tatap Muka, Ganjar Prioritaskan Anak Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Ilustrasi PPDB

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran (TA) 2020/2021 untuk jenjang taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah menengah di Kota Semarang mulai dilaksanakan secara bertahap mulai 14-25 Juni 2020. Sedangkan, PPDB untuk SMA/SMK tahun 2020 di Jawa Tengah akan mulai dibuka pada tanggal 17-25 Juni 2020 melalui sistem online.

Pendaftaran PPDB tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dilakukan secara online. Kebijakan ini diberlakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menegaskan, di masa pendemi Covid-19, diberikan jalur khusus bagi anak-anak tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 dalam proses PPDB. Dengan jalur khusus itu, maka nantinya anak-anak tenaga kesehatan mendapatkan prioritas saat mendaftar di sekolah yang diinginkan, meskipun berada di luar zonasi sekolah.

Menurut Ganjar, kebijakan tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada para tenaga kesehatan di Jateng. Mereka yang telah berjuang dalam penanganan Covid-19, menurutnya layak untuk diberikan apresiasi.

“Mereka yang terkait dengan ini (penanganan covid-19) akan mendapat prioritas. Lewatnya jalur khusus. Afirmasi. Dan ini salah satu cara kami mengapresiasi kepada mereka seluruh pemangku kepentingan yang sudah berjuang melawan Covid-19 di Jawa Tengah,” kata Ganjar belum lama ini.

Di lain sisi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, saat ini pihaknya sedang mendata anak-anak tenaga medis yang lulus dari kelas 3 SMP/Mts. Nantinya, data yang ada itu akan diverifikasi dan diajukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng agar bisa masuk jalur afirmasi.

“Total data yang ada saat ini sekitar 1.600 anak. Tapi nanti akan kami verifikasi satu-satu, karena syarat mereka mendapatkan jalur afirmasi ini adalah anak-anak tenaga kesehatan yang benar-benar menangani covid-19,” kata Yulianto.

Sejumlah persyaratan lanjut dia harus dipenuhi untuk bisa masuk jalur afirmasi tersebut. Di antaranya adanya surat keterangan (SK) yang memerintahkan orang tua calon siswa bertugas menangani covid-19.

Baca Juga :  Inilah Inovasi dan Spirit Perajin Batik di Juwana Hadapi Pandemi Covid-19

“Di antaranya ada SK itu, termasuk syarat lainnya. Sedang kami verifikasi saat ini,” ucapnya.

Di lain sisi, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Padmaningrum mengatakan, ada beberapa jalur afirmasi dalam pelaksanaan PPDB SMA/SMK dan SLB 2020. Selain untuk anak-anak tenaga kesehatan, ada juga kuota untuk siswa miskin, anak berkebutuhan khusus (ABK), siswa berprestasi dan atlet.

“Afirmasi banyak untuk siswa dari keluarga miskin terus di panti asuhan dan prestasi-prestasi tadi. Dan di afirmasi tadi, ada untuk orang tua yang garda terdepan menangani Covid-19, baik petugas kesehatan, perawat, dokter, supir ambulance kan ada surat keputusan di dinas kesehatan. Kita fasilitasi mereka berjuang untuk pemberantasan Covid-19 kita fasilitasi dalam afirmasi,” tutur dia.

Adapun proses penerimaan PPDB SMA/SMK Negeri sederajat di Provinsi Jateng tahun ini berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya. Salah satunya adalah acuan penerimaan tidak lagi menggunakan nilai Ujian Nasional (UN), melainkan menggunakan nilai rapor siswa dari semester 1 sampai 5.

Sistem zonasi juga ada perubahan. Jika tahun lalu kuota zonasi ditetapkan sebanyak 80 persen, tahun ini zonasi ditetapkan 50 persen. Sisanya digunakan untuk jalur prestasi 30 persen, jalur afirmasi 15 persen dan jalur perpindahan orang tua 5 persen.

PPDB Dilaksanakan Tanpa Tatap Muka

Sementara itu, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi memastikan PPDB secara online khususnya untuk tingkatan sekolah menengah pertama dimulai pada sejak tanggal 14-25 Juni 2020. Sebelumnya, pihaknya telah meminta Dinas Pendidikan untuk berupaya agar tidak ada tatap muka antara sekolah dengan orang tua.

Menurut Hendi sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang ini, PPDB diharuskan dilakukan melalui virtual atau online. Hal ini sebagai upaya antisipasi bertambahnya persebaran Covid-19.

Baca Juga :  Objek Wisata Watu Amben Berpotensi untuk Pengembangan Wisata Edukasi, Diyakini sebagai Cikal Bakal Desa Waru

“Sekali lagi saya sampaikan jangan ada tatap muka dalam Penerimaan Peserta Didik pada tahun ini. Gunakan kemajuan teknologi, termasuk dalam verifikasi,” katanya, seperti keterangan resmi yang diterima, kemarin.

Kendati tidak ada pendaftaran melalui tatap muka, Hendi menegaskan bahwa satuan pendidikan wajib mengumumkan pelaksanaan dan informasi PPD secara jelas.

“Kita menyepakati Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dimulai secara berjenjang pada tanggal 14 Juni-25 Juni 2020 dan semua yang berkaitan dengan PPDB dapat dilihat di portal Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Senada dengan wali kota, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menjelaskan bahwa nantinya, para calon peserta didik baru bisa mengakses syarat dan mengikuti tahapan secara online melalui http://ppd.semarangkota.go.id/.

Adapun nantinya secara sistem, data peserta akan muncul, mulai dari data penduduk yang diambil dari Disdaldukcapil, nilai sampai prestasi yang dimiliki calon siswa sudah terintegrasi dari E-Raport dan aplikasi Sang Juara bagi siswa berprestasi, data lingkungan, serta data siswa kurang mampu atau miskin juga sudah masuk ke database PPDB.

“Untuk tahun ini, siswa masuk Sekolah Dasar mencapai 29.439 siswa. Kemudian yang lulus SD atau MI sebanyak 25.420 siswa. Sedangkan daya tampang SD negeri 14.364 siswa. Dan daya tampung SMP Negeri 11.136,” ungkapnya.

Untuk formulanya, sesuai Perwal no 37 tahun 2020, terkait PPDB pada TK, SD, dan SMP atau sederajat, untuk zonasi minimal sebesar 50%, Afirmasi minimal 15%, Jalur perpindahan tugas orangtua/wali maksimal sebesar 5%.

Untuk zonasi, siswa yang mendaftar SD bisa memilih tiga sekolah sesuai zonasi, sedangkan yang mendaftar SMP bisa memilih empat sekolah juga sesuai zonasi.

“Untuk sisanya bisa ada jalur prestasi. Di Kota Semarang kemungkinan ada beberapa siswa yang memiliki piagam kejuaraan berjenjang. Jadi bisa memilih untuk sekolahnya,” pungkas dia. Satria Utama