JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ratusan Pengurus dan Warga PSHT Ranting Sukodono Sragen Juga Turun ke Jalan Tolak Perobohan dan Pembongkaran Tugu. Ketua Ranting Sebut Perobohan Tugu Justru Bisa Jadi Bumerang!

Ratusan pengurus dan warga PSHT Ranting Sukodono saat menggelar aksi penolakan perobohan dan pembongkaran tugu, Senin (29/6/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ratusan pengurus dan warga PSHT Ranting Sukodono saat menggelar aksi penolakan perobohan dan pembongkaran tugu, Senin (29/6/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wacana perobohan semua perguruan silat di Kabupaten Sragen, terus memantik penolakan.

Setelah di Masaran, Sidoharjo, Tanon dan Jenar, kali ini ratusan warga dari perguruan persaudaraan setia hati terate (PSHT) Ranting Sukodono, Cabang Sragen, Pusat Madiun juga menyuarakan aspirasi senada.

Mereka menggelar aksi damai dan pernyataan sikap penolakan perobohan tugu semua perguruan, termasuk PSHT. Aksi digelar di Sukodono, Senin (29/6/2020) siang diikuti warga PSHT dari perwakilan rayon yang ada di wilayah Sukodono.

Aksi dipimpin Ketua PSHT Ranting Sukodono, Muhammad Muslim didampingi Ketua Pamter PSHT Cabang Sragen, Dardi. Semua pengurus ranting dan rayon hadir dalam aksi itu.

Baca Juga :  Beringas, Ratusan Massa Berkonvoi Rusak 3 Tugu PSHT di Sragen. Satu Rumah Warga Juga Dirusak, Situasi Sempat Mencekam

Ketua PSHT Ranting Sukodono, Muhammad Muslim mengatakan bahwa PSHT Ranting Sukodono menolak keras perobohan tugu perguruan silat PSHT dan semua perguruan yang ada di Sragen.

Sebab menurutnya, perobohan tugu bukan solusi dan alternatif untuk menciptakan kondusivitas di Sragen. Sebaliknya, ia menilai perobohan semua tugu itu justru bisa jadi bumerang yang akan membuat situasi Sragen menjadi tidak kondusif.

“Karenanya kami dari PSHT Ranting Sukodono menolak keras perobohan tugu PSHT dan semua tugu perguruan silat yang ada. Karena tugu adalah simbol kehormatan kami. Karenanya kepada Bupati Sragen, Kapolres Sragen dan Pemda terkait, kami yakin akan kebijaksanaan beliau-beliau untuk menjaga kondusivitas di wilayah Sragen,” paparnya di sela orasi.

Baca Juga :  Beredar Video Aksi Arogan Ratusan Massa Berkonvoi dengan Beringas Rusak 3 Tugu PSHT dan Satu Rumah di Sragen. Warga Sampai Ketakutan dan Bersembunyi di Rumah

Muslim menegaskan bahwa PSHT siap menjaga NKRI dan menjaga kondusivitas. Ia pun berharap pemerintah dan pihak terkait untuk meniadakan wacana perobohan semua tugu demi kondusivitas Sragen juga.

Ia tak lupa berpesan kepada semua pengurus ranting dan rayon agar menyampaikan kepada semua warga untuk tidak perlu bereaksi. Sebaliknya, semua dihimbau tetap menjaga kondusivitas dan tidak melakukan tindakan apapun.

Pihaknya memercayakan kepada pihak pengambil kebijakan, akan menempuh kebijakan yang adil dan mengedepankan kondusivitas di Sragen. Wardoyo