JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Opini

Setelah 2 Hari ARB Berturut-turut, Bagaimana Peluang PTBA?

ilustrasi PTBA / tempo.co

PT Bukit Asam Tbk maenjadi salah satu perusahaan yang membagikan dividen besar pada tahun ini dengan Rp 326/lbr saham dan yield 13%. Namun saat ex-date (19/6), saham ini langsung turun hingga Auto Reject Bawah (ARB) dan berlanjut hingga Senin (22/6/2020) kemarin. Bagaimana peluang saham PTBA? Bagaimana fundamental PTBA?

Peluang Trading PTBA

Kami mereferensikan pembelian PTBA untuk swing trading dengan pembelian maksimal di 2060 sebanyak maksimal 5% dari modal swing trading. Jual jika harga turun dari 1920 untuk pembatasan risiko dengan perkiraan profit taking di kisaran 2500-2550.

KinerjaKuartal-I PTBA

Pendapatan PTBA di kuaral-I 2020 sebesar Rp 5.12 triliun menurun 4.02% YoY. Laba bersih PTBA sebesar Rp 908 miliar turun 21% YoY dengan margin 17.7%. Volume penjualan meningkat3% YoY dengan 6.8 Mt. Walaupun volume penjualan meningkat, pendapatan turun karena HBA dan harga batubara Newcastle menurun. Selain itu, Weighted Average Selling Price turun 3.9% menjadi Rp 741845/t.

Pendapatan keuangan naik 9.8% YoY karena adanya kenaikan deposito sebesar. Beban bunga bank dan utang sewa sebesar Rp 22 miliar naik 20.3% YoY. Beban penjualan mengalami kenaikan 1.06% YoY dan beban usaha meningkat 13% YoY menjadi Rp 582 triliun.

Utang jangka panjang pendek PTBA Rp 4.4 triliun naik 6.3% YoY dan utang jangka panjang sebesar Rp 3.3 triliun naik 8.8% YoY. Cash ratio PTBA masih solid sebesar 1.67x dengan kas Rp 7.5 triliun. Interest coverage ratio PTBA sebesar 8.4x.

Lini Bisnis PTBA

Segmen utama PTBA adalah tambang batubara, meliputi kegiatan eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan perdagangan, pemeliharaan dermaga khusus batu bara, pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap dan jasa konsultasi serta rekayasa dalam bidang pertambangan batu bara. PTBA juga memiliki segmen bisnis lainnya, yaitu jasa kontraktor pengolahan briket, perkebunan sawit, dan pengolahan sawit dan jasa kesehatan.

Selain itu, PTBA juga sudah memegang kontrak sebagai supplier batubara untuk proyek-proyek strategis pemerintah seperti kontrak 10.000 MV tahap 1 untuk PLTU. Selain itu ada proyek PLTU Suralaya, PLTU Bukit Asam, dan PLTU Banjarsari. (*)

Ellen May
Pakar Saham Indonesia