JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Singapura Beri Warganya Alat Pelacak Pembawa Virus Corona

Ilustrasi melawan virus corona. Pixabay/Ahmad Triyawan
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menggunakan kemajuan teknologi, Singapura bakal memberikan perangkat untuk mengidentifikasi orang-orang yang telah berinteraksi dengan pembawa virus corona kepada penduduknya yang berjumlah sekitar 5,7 juta orang.

Perangkat tersebut dapat menjadi salah satu upaya penelusuran kontak paling komprehensif di dunia di tengah pandemi Covid-19.

Perangkat yang memiliki bentuk kecil itu dapat dipasang di gantungan kartu identitas atau dibawa di dalam tas tangan.

Sebagaimana diketahui, negeri Singa itu menjadi salah satu negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di Asia yang mencoba menggunakan teknologi untuk memungkinkan membuka kembali perekonomian mereka dengan aman.

Singapura akan segera meluncurkan perangkat yang tidak bergantung pada smartphone itu.

“Kami sedang mengembangkan dan akan segera meluncurkan perangkat portabel yang dapat dipasang, dan tidak tergantung pada kepemilikan smartphone,” kata Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan, seperti dikutip laman Reuters akhir pekan lalu.

Baca Juga :  2.500 Korban Luka dan Puluhan Tewas Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut

Balakrishnan yang juga bertanggung jawab atas inisiatif itu menerangkan, jika perangkat portabel ini berfungsi, maka akan segera didistribusikan ke semua orang di Singapura.

“Ini akan menjadi lebih inklusif, dan itu akan memastikan bahwa kita semua akan terlindungi,” kata dia.

Sebelumnya, pemerintah Singapura mengembangkan aplikasi pelacak virus bernama TraceTogether, tapi mengalami masalah, terutama pada perangkat Apple di mana sistem operasinya menangguhkan pemindaian Bluetooth ketika aplikasi berjalan.

Balakrishnan mengatakan diskusi berulang dengan Apple telah gagal menyelesaikan masalah.

“Karena TraceTogether tidak berfungsi sama baiknya di semua smartphone, kami telah menghentikan pada saat ini dan tidak menyarankan penggunaan TraceTogether secara wajib,” tutur Balakrishnan.

Sejak diluncurkan pada 20 Maret, 1,5 juta dari 5,7 juta penduduk telah menginstal aplikasi itu. Saat ini pemerintah sedang mengerjakan metode pelacakan kontak alternatif yang akan melibatkan perangkat portabel yang dapat dipakai tanpa memerlukan smartphone.

Baca Juga :  Korban Tewas Ledakan di Beirut Capai Angka 78 Orang dan 4.000 Luka-luka, Pencarian Dilakukan hingga Malam

Beberapa bisnis telah mengadopsi perangkat wearable untuk pelacakan kontak di lokasi di mana penggunaan ponsel cerdas dibatasi.

Di beberapa negara seperti Bahrain dan Hong Kong telah menggunakannya untuk memantau orang-orang di bawah karantina.

Vendor produk itu termasuk Accent Advanced Systems, Kerlink, Microshare Inc dan TRACEsafe Technologies Inc.

David Su, CEO perusahaan chip nirkabel Atmosic, berharap banyak pemerintah di Asia mengadopsi produk itu.

“Karena perangkat itu adalah cara yang terjangkau dan dapat diandalkan untuk memastikan penelusuran kontak Covid-19 otomatis yang tersebar luas,” ujar David Su.

www.tempo.co