JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Gawat ! Dalam Tiga Hari Terjadi Dua Kebakaran di Grobogan, Diduga Akibat Korsleting Listrik, Terakhir Satu Rumah di Pojok Tawangharjo Hangus

Warga, petugas pemadam kebakaran hingga tokoh masyarakat Dusun Palang RT 04, RW 06, Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo bahu-membahu memadamkan api di salah satu rumah yang terbakar, Senin (8/6/2020) pagi. Foto : Istimewa
Warga, petugas pemadam kebakaran hingga tokoh masyarakat Dusun Palang RT 04, RW 06, Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo bahu-membahu memadamkan api di salah satu rumah yang terbakar, Senin (8/6/2020) pagi. Foto : Istimewa

GROBOGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Keringat mengucur pada wajah petugas pemadam kebakaran, warga hingga tokoh masyarakat Dusun Palang RT 04, RW 06 yang bahu-membahu memadamkan api di salah satu rumah yang terbakar, Senin (8/6/2020) pagi.

Pada saat kejadian warga di salah satu dusun yang terletak di Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan ini gempar adanya peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah milik Siti Sundari (48). Sebelum dua armada bersama petugas pemadam kebakaran (damkar) dari Pos Induk Purwodadi datang, warga bekerja keras berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Bara api yang terus mengganas disertai tiupan angin, membuat warga Dusun Palang RT 04 tidak bisa menyelamatkan rumah dan perabotan milik Siti Sundari. Api baru bisa benar-benar dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Atas musibah tersebut, Siti Sundari harus merelakan rumah dan sejumlah barang berharga miliknya hangus dengan total kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta.

Warga, petugas pemadam kebakaran hingga tokoh masyarakat Dusun Palang RT 04, RW 06, Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo bahu-membahu memadamkan api di salah satu rumah yang terbakar, Senin (8/6/2020) pagi. Foto : Istimewa

Saat terjadi kebakaran, kondisi rumah dalam keadaan kosong, pemilik rumah tengah beraktifitas di sawah bersama petani lain di area persawahan yang tidak jauh dari lokasi kejadian kebakaran. Akibat kejadian ini dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka.

Data yang berhasil dihimpun, diduga kuat, musibah kebakaran itu terjadi karena korsleting atau hubungan arus pendek listrik di rumah korban. Kepala Kantor Kecamatan (Camat) Tawangharjo, Mundakar, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa nahas tersebut.

Baca Juga :  Pria Usia 50 Tahun Kejang-kejang dan Muntah Darah di Halte Bus Trans Semarang, Meninggal Tak Lama Usai Dibawa ke Rumah Sakit

“Saat terjadi kebakaran, pemilik rumah diketahui sedang pergi ke sawah,” terang Mundakar saat dikonfirmasi wartawan.

Diungkapkan lebih lanjut, Mundakar menyebut peristiwa kebakaran diduga kuat disebabkan korsleting listrik. Sedangkan bara api baru bisa dipadamkan setelah dua unit armada pemadam kebakaran tiba di lokasi tidak lama setelah peristiwa kebakaran diketahui oleh warga.

kebakaran, diketahui nyala api sudah besar, dua armada dari pos induk Purwodadi tiba di lokasi kejadian.

Warga, petugas pemadam kebakaran hingga tokoh masyarakat Dusun Palang RT 04, RW 06, Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo bahu-membahu memadamkan api di salah satu rumah yang terbakar, Senin (8/6/2020) pagi. Foto : Istimewa

“Tidak ada korban jiwa atas musibah tersebut, dugaan kebakaran dari korsleting listrik yang berada di kamar tidur. Dugaan penyebab kebakaran diperkuat berdasarkan keterangan saksi, ada kobaran api yang berada di ruang tengah. Kerugian material yang dialami korban ditaksir mencapai Rp50 juta,” jelas dia.

Atas kejadian tersebut menjadi bukti bahwa penyebab kebakaran di Grobogan diduga kuat diakibatkan terjadinya korsleting listrik.

Tepat dua hari sebelumnya, Siti Arsanah (60), tak menyangka kebakaran yang terjadi pada Sabtu (6/6/2020) sore sekira pukul 16.40 WIB, menghabiskan bangunan dan seluruh harta benda yang ia miliki. Siti Arsanah merupakan warga di Dusun Karangwidoro RT 01, RW 02, Desa Guci, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Beruntung saat kejadian rumah dalam keadaan kosong, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian yang dialami Siti Arsanah ditaksir mencapai Rp200 juta.

Baca Juga :  Objek Wisata Watu Amben Berpotensi untuk Pengembangan Wisata Edukasi, Diyakini sebagai Cikal Bakal Desa Waru

Data yang dihimpun, diduga api cepat membesar karena cuaca yang panas serta berangin, ditambah bangunan warga ialah bangunan berasal dari kayu jati. Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Beruntung saat kejadian rumah dalam keadaan kosong, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian yang dialami Siti Arsanah ditaksir mencapai Rp200 juta.

Data yang dihimpun, diduga api cepat membesar karena cuaca yang panas serta berangin, ditambah bangunan warga ialah bangunan berasal dari kayu jati.

Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Godong, Iptu Daryanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa nahas tersebut.

“Saat terjadi kebakaran, pemilik rumah diketahui sedang pergi mengantarkan anaknya ke pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Tanggungharjo,” terang Iptu Daryanto.

Diungkapkannya lebih lanjut, peristiwa kebakaran kali pertama diketahui oleh Ketua RW Suratman dan beberapa warga sekitar.

“Saat itu, para saksi melihat ada kobaran api dari rumah bagian atas. Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini, hanya saja korban harus mengalami kerugian materia yang ditaksir mencapai Rp200 juta,” imbuh dia. Satria Utama