Beranda Daerah Karanganyar Tak Ada Kuota Khusus Bagi Anak Tenaga Medis Yang Menangani Covid-19 pada...

Tak Ada Kuota Khusus Bagi Anak Tenaga Medis Yang Menangani Covid-19 pada PPDB 2020 di Kabupaten Karanganyar! 

Ilustrasi tenaga medis. Pixabay
Ilustrasi tenaga medis. Pixabay

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM โ€“ Disdikbud Karanganyar menegaskan tidak memberikan hak istimewa kepada siapapun, termasuk anak dari tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19.

Meski Gubernur Jateng pernah menyampaikan akan memberikan kuota khusus bagi anak tenaga medis, Disdikbud Karanganyar memastikan tetap memberikan hak yang sama kepada seluruh warga Karanganyar.

Kepala Disdikbud Karanganyar, Tarsa menyampaikan berdasarkan hasil konsultasi dengan DPRD, proses PPDB tidak memberikan hak istimewa kepada siapapun.

Termasuk bagi putera puteri para tenaga kesehatan. Menurutnya tidak ada kuota khusus bagi anak tenaga medis pada PPDB nanti.

โ€œSemua sesuai dengan prosedur. Tidak ada hak istmewa. Karena kami khawatir akan menimbulkan kecemburuan bagi orang tua siswa lainnya. Biarkan proses ini berjalan sesuai dengan aturan yang ada,โ€ paparnya Rabu (17/6/2020).

Baca Juga :  Sedang Kamping di New Sekipan Karanganyar, Tenda Keluarga Asal Solo Tertimpa Pohon pinus Tumbang, 1 Tewas

Tarsa menyampaikan PPDB di Karanganyar akan digelar secara online. Saat ini sudah dimulai memasuki tahapan sosialisasi kepada masyarakat yang berlangsung sejak Senin (15/06/2020).

Sementara untuk pelaksanaan PPDB Online, dijadwalkan baru akan dimulai pada tanggal 22 Juni mendatang.

โ€œPPDB tahun 2020 ini, masih tetap menggunakan sistem zonasi. Para siswa dapat mendaftarkan diri secara mandiri melalui website resmi PPDB Online Karangnyar atau datang langsung ke sekolah tujuan dengan berkas yang dipersyaratkan,โ€ urainya.

Ia mengatakan untuk hasil jurnal seleksi harian tetap dapat dilihat melalui website resmi seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain menjaga transparansi, penerapan sistem online PPDB juga untuk menekan penyebaran covid-19 di tengah pandemi saat ini. Wardoyo