JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terus Meluas, 15 Warga Tanon dan 22 Warga Masaran Sragen Dinyatakan Positif Rapid Test Covid-19. Total 135 Warga Dilacak dan Dirapid Test Buntut 6 Kasus Positif Baru

Dr Hargiyanto. Foto/Wardoyo
Dr Hargiyanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Sragen makin menunjukkan ancaman. Menyusul tambahan enam kasus positif beberapa hari lalu, sebanyak 37 warga kembali dinyatakan positif rapid test atau reaktif.

Mereka terdeteksi dari hasil tracking dan rapid test yang dilakukan tim dinas kesehatan kabupaten (DKK) Sragen dalam dua hari terakhir sejak tambahan 6 warga positif covid-19, Sabtu (13/6/2020).

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto kepada wartawan mengatakan dari enam kasus baru itu, sudah ditindaklanjuti dengan pelacakan atau tracking riwayat kontak.

Di Sidoharjo, ada sembilan orang yang terlacak punya riwayat kontak dengan pasien positif berinisial SP (20).

“Hasilnya yang positif (reaktif) nol. Kemudian di Plupuh dari 54 yang kita rapid test, yang reaktif juga nol. Lalu di Sragen kita ambil satu, hasilnya juga nonreaktif,” paparnya Selasa (16/6/2020).

Baca Juga :  Buntut Aksi Boikot Media Saat Penetapan Paslon Pilkada Sragen, Mantan Komisioner Rame-Rame Soroti Kinerja KPU. Roso Khawatir Kepercayaan Publik Memburuk, Budi Sebut Bikin Malu Sragen!

Kemudian di Masaran I, ada 18 warga yang dirapid test dan 14 orang di antaranya menunjukkan hasil positif atau reaktif. Lantas di Masaran II, ada 21 warga yang dirapid test dan hasilnya ada 8 orang dinyatakan positif alias reaktif.

Sehingga di Masaran, total ada 22 orang yang dinyatakan positif alias reaktif. Selain di Masaran, Hargiyanto juga mengungkap rapid test dilakukan di Kecamatan Tanon.

Menurutnya, dari 19 warga yang dirapid test, hasilnya ada 15 warga yang menunjukkan hasil positif.

Sehingga dari Kecamatan Tanon dan Masaran total ada 37 orang yang positif rapid test. Dari 37 warga itu, sementara dilakukan karantina mandiri 14 hari sembari menunggu swab test.

Baca Juga :  Ramai-ramai Pilkada Ditunda, Bupati Sragen Tegaskan Penundaan Tanpa Kepastian Bukan Solusi. Sebut Dampak Kondusivitas, Legalitas Pemerintahan Hingga Potensi Polemik Berkepanjangan Perlu Dipikirkan!

“Swab test kita lakukan dua hari Selasa dan Rabu di Teknopark. Karena banyak. Hasilnya nanti lima hari ke depan,” terang Hargiyanto.

Sebelumnya, enam warga yang positif terinfeksi covid-19 pada Sabtu (13/6/2020) di antaranya S (65 tahun) petani asal Plupuh yang sebelumnya PDP RSUD dr. Soeratno Gemolong, BAH (22tahun) asal Kecamatan Karangmalang, M (54 tahun), sopir bus Rosalia Indah asal Desa Jati, Masaran, SP (20 tahun) asal Kecamatan Sidoharjo, HS (51 tahun) asal Desa Tanon, Kecamatan Tanon dan MY (24 tahun) dari Desa Tanon, Kecamatan Tanon.

Seluruh pasien positif itu saat ini masih menjalani perawatan di RSD Corona Tecknopark Sragen. Wardoyo