JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dapat Majikan Kejam di Arab, Surani TKW Asal Sragen Mengaku Hanya Digaji 1.000 Riyal Perbulan Sampai 18 Tahun Tak Bisa Pulang. Segini Kalau Dirupiahkan!

Purwanto, adik kandung Surani, TKW asal Mojorejo, saat menunjukkan kondisi kakaknya yang terbaring sakit karena sering disiksa dan disekap majikannya di Arab Saudi. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Purwanto, adik kandung Surani, TKW asal Mojorejo, saat menunjukkan kondisi kakaknya yang terbaring sakit karena sering disiksa dan disekap majikannya di Arab Saudi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kisah penderitaan Surani (45) TKW asal Dukuh Ngembat RT 21/10, Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen yang menjadi korban kekejaman majikan, terus menguak fakta memprihatinkan.

Selain 18 tahun tak bisa pulang, wanita yang menjadi TKW pembantu rumah tangga itu ternyata juga mendapat bayaran ditengarai jauh di bawah standar.

“Dia nggak pernah bilang gajinya berapa. Cuma pas empat tahun terakhir ketika bekerja di anak majikannya ini, dia ngaku sempat bilang ke keluarga kalau hanya digaji 1.000 riyal. Dengan bilang hanya digaji 1.000 riyal, berarti kalau normal standar gaji di sana mesti jauh di atas itu,” ujar Kades Mojorejo, Suharno kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , saat menyambangi keluarga Surani, Rabu (1/7/2020).

Sementara jika melihat kurs mata uang asing, satu riyal Arab Saudi bernilai sekitar Rp 3.700 sampai Rp 3.800. Dengan gaji hanya 1.000 riyal, maka gaji Surani selama bekerja di majikan yang kejam itu hanya sekitar Rp 3,7 juta perbulan.

Baca Juga :  Fenomena Upwelling, Ribuan Ikan Karamba di WKO Sragen Mati Mendadak. Hampir 50 Ton Ikan Terpapar Mengambang, Kerugian Miliaran Rupiah

Adik kandung Surani, Purwanto (41) menuturkan keluarga tak pernah menanyakan dan tahu berapa gaji Surani perbulan.

Namun yang jelas, selama 14 tahun ikut majikan sebelumnya, Surani mengaku sangat nyaman dan tak pernah mengeluh soal gaji.

Baru ketika majikan lama meninggal dan kemudian beralih bekerja ke anak majikannya, Surani mulai mendapat perlakuan tak manusiawi selain gajinya juga dibilang hanya 1.000 riyal.

“Dari informasi Direktorat Kementerian kemarin, barang-barang Surani yang sempat disita majikan sudah dikembalikan. Ada 5.000 riyal sisa gajinya, ATM, l perhiasan dan baju sudah dikasihkan,” urai Purwanto.

Baca Juga :  Gawat, Terlanjur Naik Pesawat dan Tiba di Kalimantan, Pemuda asal Sragen Baru Ketahuan Swabnya Dinyatakan Positif Covid-19. Setelah Diswab Ulang Ternyata Hasilnya Mengejutkan!

Sementara kakak kandung Surani, Wardiyanto (51) menambahkan selama 18 tahun di Arab Saudi, Surani juga sering berkirim uang untuk membangun rumahnya.

Meski belum berkeluarga, rumah itu dibangun dengan harapan ketika pulang ke kampung dan ada niatan menikah, sudah ada rumah yang siap ditinggali.

“Dia itu sejak kecil ikut Mbahnya. Mbah Prapto-Tini yang sudah dianggap orangtuanya. Karena orangtua kandungnya pisah. Kalau kirim uang ke Pak Prapto itu. Kemarin juga terakhir kirim uang untuk biaya bayar PTSL Rp 7 juta. Tiap lebaran kadang ya kirim Rp 2-3 juta ke bapak ibu. Keluarga memang nggak berharap kiriman, karena biar ditabung saja di sana,” ujar Wardiyanto. Wardoyo