JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Di Hadapan Pengurus 10 Perguruan Silat di Sragen, Danrem 074 Surakarta Ternyata Akui Bangga Melihat Pesilat. Ungkap Dirinya Juga Pernah Ikut Perguruan Silat Ini!

Danrem 074/Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Rano Tilaar saat hadir di Sragen, Senin (6/7/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Danrem 074/Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Rano Tilaar saat hadir di Sragen, Senin (6/7/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus perusakan tugu perguruan setia hati terate (PSHT) di Sragen dan sengkarut yang memanaskan situasi perguruan silat di Sragen turut mendapat perhatian dari Komandan Komando Resor Militer (Korem) 074/ Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Rano Tilaar.

Pucuk pimpinan Korem 074 Surakarta itu terjun langsung ikut mengawal dan hadir dalam rapat cipta kondisi yang digelar Forkompida Sragen dengan mengundang semua pemimpin dan pengurus dari 10 perguruan silat di gedung DPRD Sragen, Senin (6/7/2020).

Danrem hadir untuk mengikuti dialog sekaligus menyaksikan penandatanganan pernyataan sikap damai oleh para perguruan silat di Kabupaten Sragen.

Saat mendapat sesi sambutan, Danrem memilih berpidato di podium. Di hadapan forum, ia mengawali dengan memperkenalkan diri sebagai Danrem yang baru.

Baca Juga :  Update Corona Sragen 28 Juli, Pasien Suspek Tambah 3, Kontak Erat Bertambah 16 Orang. Jumlah Kasus Positif 78, 18 Dirawat dan 30 Meninggal Dunia

” Saya juga orang Solo pak, tapi Solowesi, Sulawesi utara,” yang disambut tertawa hadirin di gedung DPRD.

Kolonel Inf Rano Tilaar kemudian mengungkapkan bahwa dirinya mengaku sangat bangga melihat para pesilat. Ia bahkan mengaku pernah menjadi pesilat merpati putih saat di Kopasus.

Menurutnya, ilmu beladiri silat mengajarkan tiga filosofi yang baik.

“Filosofi silat itu ada tiga yaitu, Seni
kekuatan dan falsafah hidup,” tuturnya.

Pertemuan yang dipimpin Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati itu digelar menyikapi kejadian demi kejadian perusakan patung atau tugu pesilat milik beberapa
perguruan silat di Sragen.

Kejadian terakhir dalam insiden perusakan patung ini Sebuah tugu
milik Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan sebuah rumah warga PSHT yang terletak di Dukuh Pinggir, Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Sragen, diduga dirusak sekelompok pendekar saat konvoi, pada Minggu 5 Juli 2020 siang.

Baca Juga :  Sopir Minibus Jurusan Sukodono-Sragen Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Sempat Dirawat di RS UNS Solo, Riwayat Penularan Masih Misteri

Selain merusak atribut PSHT di Tanggan, massa pendekar itu juga diduga merusak sebuah tugu PSHT di Dukuh Wahyu, Desa Blangu, Gesi, Sragen.

Atas berbagai kejadian itu sebelumnya Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo sempat menyampaikan agar patung patung silat dirobohkan, namun perobohan itu ditolak oleh perguruan silat.

Untuk meredam perseteruan antar
perguruan silat ini , maka sejumlah
pertemuan dilakukan, dan puncaknya adalah pertemuan di Gedung DPRD Sragen Senin 6 Juli 2020.

Pernyataan bersama untuk saling
menjaga kondusivitas ditandatangani oleh para pimpinan 10 perguruan silat di Sragen. Wardoyo