JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Dua Kali Hadapi Krisis Ekonomi saat Jabat Menteri Keuangan, Ini Cerita Sri Mulyani: Kita Nggak Tahu Jadi Menterinya Kapan

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Instagram/smindrawati
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Indonesia saat ini sedang di ambang krisis ekonomi lantaran pandemi Corona yang membuat aktivitas perekonomian nyaris terhenti.

Sebelumnya pada tahun 2008, krisis ekonomi global juga menghantam Indonesia. Dan uniknya, di saat Indonesia menghadapi krisis, jabatan menteri keuangan dipegang oleh Sri Mulyani.

Sri Mulyani pertama kali menjabat sebagai menteri keuangan pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada saat itu, Indonesia mengalami krisis ekonomi global yang membuat sektor keuangan bank dan non-bank terpukul.

Kini, saat kembali dipercaya menjadi menteri keuangan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, Sri Mulyani kembali harus menghadapi krisis ekonomi yang disebabkan pandemi Corona.

“Kita ini kan enggak pernah memilih, mau jadi menteri keuangannya kapan,” ujar Sri Mulyani saat ditemui di Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Baca Juga :  Dua Kantor Sekretariat Partai di Bogor Diteror Bom Molotov, Sekjen PDIP Buka Suara

Sri Mulyani mengaku pengalaman berhadapan dengan krisis membuatnya menjadi semakin matang. Dia juga semakin fasih dalam mengambil langkah kebijakan. Meskipun dua krisis itu menghantam sektor yang berbeda.

Krisis ekonomi pada tahun 2008 dampaknya pada perbankan, sektor riil, dan perusahaan yang kolaps. Pemerintah pun saat itu harus bertindak agar perusahaan atau korporasi tidak tumbang.

Sementara kali ini, krisis ekonomi mengancam kesehatan manusia. Faktor kesehatan menjadi alasan utama yang membuat orang berdiam diri di rumah. Sehingga aktivitas ekonomi melambat bahkan beberapa terpaksa berhenti.

“Ini beda sekali karena semua banyak kena duluan akibat orang enggak keluar rumah,” kata Sri Mulyani dikutip Liputan6.com.

Akibat yang ditimbulkan pun seperti efek domino. Sehingga banyak hal yang perlu ditangani dan diantisipasi.

Baca Juga :  Libur Idul Adha, Sebanyak 345.000 Kendaraan Keluar dari Jakarta

Pemerintah pun telah memberikan sejumlah kebijakan untuk mencegah perlambatan ekonomi. Mulai dari pembagian sembako, memberikan restrukturisasi kredit, hingga menurunkan suku bunga dan sebagainya.

Sri Mulyani mengatakan, pengalaman ini juga membuat pemerintah Indonesia selangkah di depan dalam mengambil keputusan.

Saat negara-negara lain baru akan mengumumkan kebijakan yang diambil, pemerintah Indonesia sudah mengambil keputusan.

“Pengalaman penanganan krisis ini memberikan kita mengalami kecepatan dalam krisis, meskipun kita strugle, ini nanti gimana,” kata dia.

“Jadi landasan hukum ini baik karena semua belajar dari krisis sebelumnya. Kita enggak sempurna tapi kita akan terus evaluasi dan adaptasi,” tambahnya.