JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Gandeng Mitra Internasional, FKIP UMS Kembangkan Sekolah Penggerak di MIM Mojogedang Karanganyar,

Peletakan batu pertama pembangunan MIM AKA Mojogedang, Karanganyar. Foto : dok PDM Karanganyar
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Peletakan batu pertama pembangunan MIM AKA Mojogedang, Karanganyar. Foto : dok PDM Karanganyar

SOLO,JOGLOSEMARNEWS.COM -Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengembangkan sekolah penggerak, kali ini pada jenjang pendidikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan Dasar. FKIP UMS saat ini bersinergi dengan PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar di bidang pengembangan pendidikan dasar. Salah satunya adalah pendirian MI Muhammadiyah Akhlakul Karimah (MIM AKA) yang diinisiasi di tengah pandemi Covid-19.

Langkah ini menunjukkan semangat warga dan pimpinan Muhammadiyah yang selalu berinovasi di dunia pendidikan. Sebelumnya, FKIP UMS sukses mengisisiasi sejumlah sekolah-sekolah menengah  menjadi sekolah penggerak se-Solo Raya beberapa waktu lalu, antara Januari-Maret 2020, yang berlokasi di sejumlah sekolah di Kabupaten Wonogiri, Klaten, Boyolali, Sragen, Karanganyar, dan Kota Surakarta.

Menurut Prof. Harun Joko Prayitno, selaku Dekan FKIP UMS, MIM AKA ini diinisiasi untuk menjadi salah satu MIM yang benar-benar untuk menyiapkan lulusan sebagai insan berakhlakul karimah, berkepribadian Islami, berkarakter kuat, dan berilmu pengetahuan unggul. “Oleh sebab itulah, MIM AKA ini dalam pengembangannya menggandeng mitra kerja sama internasional dari Brunei Darusaalam (Prof. Gamal Abd Nasir), Malaysia (Prof. Hairy), Al Azhar Mesir (Prof. Dasuki), Amerika (Prof. Poppy), dan dari Prancis (Prof. Warsito),” tutur Prof Harun dalam siaran persnya yang diterima Redaksi JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (7/7/2020).

Baca Juga :  Detik-detik Longsor Maut di Kemuning Ngargoyoso. Terjadi Saat 4 Pekerja Bangun Talut di Tebing 8 Meter, Saat Pasang Cakar Ayam Tiba-Tiba...

Harun Joko Prayitno yang juga mewakili tim pendiri dan pembina MIM AKA ini menambahkan, untuk memperkokoh tata kelola MIM AKA ini melibatkan tim pembina kombinasi dari berbagai universitas. Antara lain dari FKIP UMS ada Prof. Sofyan Anif sekaligus Rektor UMS, Prof. Bambang Sumardjoko,  Dr. Anam Sutopo, Ass Prof. Koesoemo Ratih, Prof. Kun Harismah, lalu dari UNS ada Ass Prof. Rohmadi, dari Undip yakni Prof. Ir. Istadi, PhD, dari ITS Prof. Ir. Imam Rohbandi, PhD, dari IAIN Surakarta Ass Prof. Dr. Giyoto, dan dari UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta Prof. Dr. Sutrisno.

Acara prosesi peletakan batu pertama pembangunan MIM AKA yang berlokasi di Dusun Pendek RT 04 RW 04 Desa Mojogedang Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar ini dihadiri Bupati Karanganyar Drs. H. Juliatmono, M.M. dengan rombongan. “Hampir semua pejabat “teras” Pemkab Karanganyar, dari sekian banyak peresmian Amal Usaha Muhammadiyah Pendidikan di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar yang saya ikuti, baru kali ini dihadiri sedemikian banyak pejabat dari Pemkab hingga Desa-RW-RT lingkungan setempat,” ungkap Ketua PDM Karanganyar, Muh Samsuri dalam sambutannya.

Baca Juga :  Mendadak Pindah dari Penggali Tanah ke Pendorong Angkong, Triyanto Selamat dari Musibah Longsor Kemuning

Bupati Juliyatmono dalam amanah sambutan peletakan batu pertama MIM AKA menyambut baik dan bersyukur karena Amal Usaha Muhammadiyah yang “subur ngremboko” utamanya bidang pendidikan yang selama ini senantiasa bersinergi dengan Pemkab dan Kemenag Karanganyar. “Kita didik anak-anak menjadi anak sholeh yang menguasai teknologi dan cinta tanah air sebagai investasi masa depan, hal ini supaya sejalan dengan visi-misi MIM AKA ini dalam menghadapi era komunikasi dan komputasi global”, kata Bupati Karanganyar H. Juliyatmono.(ASA)