JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Gibran-Teguh Diprediksi Lawan Kotak Kosong, Relawan Garuda: Kiamat Demokrasi di Solo!

Gibran Raka Buming Raka setelah menghadiri rapat konsolidasi perdana DPC PDI Perjuangan Solo pascarekomendasi di Kantor DPC PDIP Solo, Minggu (19/07/20). Foto: JSNews/Prabowo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pasangan bakal calon (balon) Walikota dan Wakil Walikota Solo dari PDI Perjuangan, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakoso diprediksi banyak pihak bakal melawan kotak kosong pada Pilkada 9 Desember mendatang.

Hingga saat ini, baru partai berlambang banteng itu yang sudah memiliki bakal calon yang bertarung. Sementara partai politik (parpol) lain masih adem ayem.

Kondisi itu mendapat sorotan dari inisiator Relawan Garuda, BRMT Kusumo Putro. Dia menyebut, akan menjadi hal negatif dalam perpolitikan Bumi Bengawan jika hal tersebut nantinya benar-benar terjadi.

Baca Juga :  Nahas! Hendak Berangkat Kerja, Perempuan Muda ini Tewas Terlindas Truk Kontainer di Simpang Empat Lojiwetan Solo

“Dalam sejarah Kota Solo belum pernah terjadi Pilkada melawan kotak kosong. Kalau sampai terjadi, ini sebuah musibah dan lelucon. Juga kiamat bagi demokrasi di Solo,” kata Kusumo kepada wartawan, Minggu (19/07/20).

Hingga saat ini, lima partai yang ada di parlemen yang belum memberikan arah politik secara resmi. Mereka Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gerindra, Golkar, PAN, dan PSI.

Kusomo berharap partai-partai lain berani membentuk poros tersendiri guna melawan pasangan Gibran-Teguh di Pilkada mendatang. Hal tersebut dinilainya sebagai penyelamat demokrasi di Kota Solo.

Baca Juga :  Dinilai Majukan Kota Solo, Jika Terpilih Gibran-Teguh Berkomitmen Teruskan Program Rudy: Wasis, Waras, Wareg, Mapan lan Papan

“Jadi agar masyarakat juga memiliki pilihan, tidak melawan kotak kosong. Kami menyayangkan hingga saat ini mereka belum berani mengambil sikap dan cenderung merapatkan barisan,” tukasnya.

Kusumo sendiri juga tak yakin pasangan independent- Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) bisa menenuhi perbaikan data pendukung sebanyak 14.482 suara. Padahal, mereka hanya tinggal memiliki waktu sepekan untuk menenuhi persyaratan tersebut.

“Dengan tenggat waktu sepekan, bukan perkara yang mudah mengumpulkan dukungan sebanyak itu,”, ucapnya. Prabowo