JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Jumlah Pengunjung Perpustakaan Kota Yogyakarta Merosot Drastis Selama Pandemi

ilustrasi perpustakaan / pixabay

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejak pandemi Covid-19, jumlah pengunjung di perpustakaan kota (Puskot) Yogyakarta merosot drastis.

Jika sebelum pandemi jumlah pengunjung bisa mencapai 1.000 orang per hari, maka selama pandemi, hanya berkisar antara 66 orang hingga 100 orang per harinya.

Kepala Seksi Pengelolaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Yogyakarta, Fitri Yuliani mengatakan, meski jumlah pengunjung turun, namun pihak perpustakaan kota Yogyakarta tetap melayani masyarakat yang datang.

Sebagaimana diketahui, sejak Juni lalu, perpustakaan Kota Yogyakarta memang sudah kembali dibuka.

Fitri mengatakan, jumlah pengunjung perpustakaan kota Yogyakarta memang sangat sedikit jika dibandingkan saat sebelum adanya pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Tugu Pal Putih Yogya Kembali Dihantui 2 Sosok Pocong Gentayangan

“Sekarang sudah ada pembatasan pengunjung. Setiap satu kali waktu kunjungan hanya diperbolehkan 100 orang. Ketika sudah mencapai 100 orang, pengunjung kami suruh menunggu,” katanya, Selasa (28/7/2020).

Fitri melanjutkan, pembatasan tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di dalam lingkungan perpusatakaan.

Selain itu, pihaknya juga mengurangi jam buka perpustakaan.

Sebelum pandemi Covid-19, perpustakaan buka selama 24 jam.

“Selama pandemi ini hanya sampai pukul enam sore. Dulu 24 jam bukanya,” urainya.

Pihak perpustakaan juga menyediakan protokol kesehatan yang cukup lengkap. Mulai dari pemeriksaan awal di pintu masuk, hingga pengaturan meja untuk pengunjung.

Baca Juga :  Inovasi Helm Gatotkaca yang Mampu Ukur Suhu Tubuh dari Jarak hingga 9 Meter, Digunakan di Polres Banjarnegara

“Sudah kami siapkan, kami beri sekat berupa garis dan imbauan tertulis agar menjaga jarak,” ungkapnya.

Salah seorang pengunjung perpusatakaan, Zulkarnain berharap pelayanan saat ini tetap dipertahankan.

Ie menganggap, kelengkapan protokol kesehatan sejauh ini sudah dilaksanakan oleh perpustakaan.

“Cukup baik kok. Mulai datang pengunjung disuruh mencuci tangan dan di ukur suhunya,” tegasnya.

Ia pun tidak keberatan dengan adanya pembatasan jam buka perpusatakaan sejauh ini.

www.tribunnews.com