JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Terbukti Terima Suap, Bupati Indramayu Nonaktif Dijebloskan ke LP Sukamiskin

kasus suap
ilustrasi

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Terbukti menerima suap proyek infrastruktur, Bupati Indramayu nonaktif, Supendi dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin oleh Komisi Lemberantasan Korupsi (KPK).

Akibat perbuatannya, Supendi akan menjalani hukuman 4 tahun 6 bulan penjara.

“Terpidana Supendi dimasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan dikurangi selama berada dalam tahanan,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (29/7/2020).

Selain hukuman penjara, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung juga menghukum Supendi membayar denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan.

Baca Juga :  KPU Sahkan Perubahan Peraturan Kampanye Pilkada dalam Masa Pandemi: Konser Musik hingga Kegiatan Perlombaan Dilarang, Ngeyel akan Langsung Dibubarkan

Supendi juga diwajibkan membayar uang pengganti sebanyak Rp 1,08 miliar dan pencabutan hak politik selama dua tahun setelah menjalani hukuman pokok.

Dalam perkara yang sama, KPK turut menjebloskan Kepala Dinas PUPR Indramayu Omarsyah ke Lapas Sukamiskin.

Dia divonis 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan karena terbukti menerima suap bersama dengan Supendi.

Baca Juga :  Penambahan Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Keluarga Tinggi, Menteri PPPA Ajak Masyarakat Tetap Pakai Masker di Rumah

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung juga mewajibkan Omarsyah membayar uang pengganti sebesar Rp 9,26 miliar.

Majelis Hakim Tipikor Bandung meyakini Supendi dan Omarsyah menerima atau terlibat kasus suap dari pengusaha dalam proyek pembangunan di Indramayu.

Supendi disebut mengatur lelang proyek untuk dimenangkan kontraktor yang sudah ditentukan sebelumnya. Kasus ini terungkap lewat operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Oktober 2019.

www.tempo.co