JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kejutan, Batal Usung Sukiman, Golkar Resmi Berbalik Usung Yuni-Suroto di Pilkada Sragen. Ini Pertimbangannya!

Sekretaris DPD Golkar Jateng, Juliyatmono bersama jajaran pimpinan DPD Golkar Sragen saat memimpin rakor dan penjelasan Pilkada Sragen di DPD Golkar Sragen, Selasa (28/7/2020). Foto/Wardoyo
Sekretaris DPD Golkar Jateng, Juliyatmono bersama jajaran pimpinan DPD Golkar Sragen saat memimpin rakor dan penjelasan Pilkada Sragen di DPD Golkar Sragen, Selasa (28/7/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Partai Golkar membuat keputusan mengejutkan di Pilkada Sragen. Sempat santer beredar bakal mengusung kandidat baru Sukiman, partai berlambang pohon beringin itu justru berbalik arah dengan memutuskan bakal mengusung duet petahana, Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto.

Kepastian itu terungkap dalam rapat koordinasi dan penjelasan Pilkada Sragen oleh DPD Golkar Jateng ke jajaran struktural DPD Partai Golkar Sragen di Sekretariat DPD Golkar Sragen, Selasa (27/7/2020) siang.

Sekretaris DPD I Golkar Jateng, Juliyatmono mengatakan dukungan untuk Yuni-Suroto itu merupakan hasil keputusan rapat DPP Partai Golkar setelah melalui berbagai pertimbangan.

Menurutnya, DPP memutuskan untuk ikut mengusung paslon Yuni-Suroto di Pilkada Sragen lantaran kandidat awal, Sukiman yang sebelumnya diberikan surat mandat untuk mencari calon wabup dan partai koalisi, tak kunjung ada kejelasan.

Karena tak kunjung ada kejelasan dan tak ada laporan, DPP akhirnya memutuskan mencabut atau menarik surat mandat untuk Sukiman. Selanjutnya, DPP mengalihkan dukungan dengan akan mengusung paslon dari koalisi PDIP-PKB, Yuni-Suroto.

Baca Juga :  Tambah Lagi, 2 Warga Gemolong dan Sragen Positif Terpapar Covid-19. Jumlah Total Kasus 513, Sudah 71 Warga Meninggal Dunia

“Sebenarnya sejak Maret, DPP sudah memberi mandat, menugaskan saudara dr Sukiman untuk melakukan komunikasi mencari partner yang akan digandeng dan partai koalisi karena Golkar tidak bisa mengusung sendiri. Tapi seiring waktu berjalan, hingga hari ini belum ada konkret dengan siapa dan partai koalisinya,” papar Juliyatmono.

Mengingat pendaftaran makin dekat, DPP akhirnya melakukan komunikasi dengan partai politik di tingkat nasional yakni PDIP.

Dari komunikasi itu, akhirnya muncul keputusan bahwa DPP memutuskan untuk mengarahkan dukungan ke Yuni-Suroto Golkar di Pilkada Sragen 2020.

Yuli menegaskan status Golkar nantinya berposisi sebagai partai pengusung dan tidak hanya sekadar partai pendukung. Menurutnya dengan status pengusung maka akan mempunyai rasa memiliki terhadap paslon ketika sudah jadi.

“Tentu ini (keputusan mengusung) sudah dikomunikasikan dengan yang bersangkutan di Jakarta. Kami di DPD Jateng juga sudah dapat surat permohonan rekomendasi dari Mbak Yuni yang intinya minta dukungan dan rekomendasi,” terang Bupati Karanganyar itu.

Baca Juga :  Awas, Ini 10 Potensi Kerawanan di Pilkada Sragen Yang Wajib Diwaspadai. Salah Satunya Kampanye Ajakan Golput, Polres Siagakan 785 Personel Amankan Saat Coblosan

Yuli menguraikan dukungan untuk Yuni-Suroto itu sudah fix. Dalam waktu dekat, dukungan resmi dalam bentuk surat rekomendasi akan segera diterbitkan oleh DPP.

Terkait putusan ini, ia menyebut akan segera menyosialisasikan dan mengomunikasikan putusan DPP itu kepada jajaran kader dan pengurus di DPD Golkar Sragen.

Ia berharap semua kader bisa mensupport keputusan DPP yang sudah melabuhkan dukungan ke Yuni-Suroto.

Plt Ketua Harian DPD Partai Golkar Sragen, Anton Lami Suhadi mengatakan sejak awal partai Golkar sudah berupaya mengusung kandidat yang direkrut dari informasi kader-kader, yakni Sukiman.

Namun ketika mandat untuk segera mencari cawabup dan partai koalisi, tak kunjung ada kejelasan hingga saat ini, sehingga DPP memutuskan akan mengusung bersama PDIP. Yakni memutuskan mendukung Yuni-Suroto.

“Infonya dulu Pak Sukiman akan mendapat rekomendasi dengan Gerindra. Tapi kita tunggu sampai hari ini nggak ada kejelasan juga. Putusan DPP pasti juga sudah dipertimbangkan tingkat nasional. Tugas kita adalah melaksanakan keputusan DPP,” tandasnya. Wardoyo