JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ketua KPU: Cukup Banyak Alasan Orang Tak Datang ke TPS

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Cukup banyak dalih dan alasan seseorang untuk datang atau tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam hajatan Pemilu.

Dalam masa sekarang, pandemi virus Corona bisa menjadi salah satu dalih seseorang untuk tidak datang ke TPS.

Hal itu diungkaokan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Budiman. Dia mengatakan meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada bukan hanya jadi tugas KPU.

“Meningkatkan itu tidak bisa hanya mengandalkan KPU saja. KPU sosialisasi, menerapkan protokol kesehatan secara maksimal. KPU melayani pemilih yang tidak menggunakan masker dengan diberikan masker,” kata Arif, dalam diskusi daring bersama Rumah Pemilu, Jumat (10/7/2020).

Baca Juga :  Buka Help Center Kasus Fetish Kain Jarik, Unair Surabaya Terima 15 Aduan dari Korban Pelecehan

Arif mengatakan banyak penyebab yang jadi faktor pertimbangan masyarakat datang atau tidak datang ke TPS, misalnya tren Covid-19 yang naik. Bisa saja hal itu mempengaruhi keputusan datang tidaknya orang ke TPS.

KPU, kata dia, menjalankan tugasnya dengan memberi pelayanan dan memberi alat pelindung yang cukup. Tetapi terkait partisipasi, membutuhkan kerjasama semua pihak.

“Soal tingkat partisipasi jadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Pakar Tak Yakin Anji dan Hadi Pranoto Diseret ke Jalur Hukum, Ini Alasannya

Sebelumnya Arif dalam sebuah video wawancara bersama Antara mengatakan optimistis angka partisipasi Pilkada bukan hanya bisa terjaga di 77,5 persen seperti pemilu sebelumnya, tapi meningkat.

Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo mengatakan target 77,5 persen partisipasi Pilkada 2020 sangat tinggi. Ari mengatakan KPU harus bekerja luar biasa untuk itu.

“Dalam kondisi non-pilkada, public awarness membiasakan adaptasi kebiasaan baru saja masih rendah,” tuturnya dalam diskusi daring bertajuk “Pilkada di Tengah Pandemi: Mendongkrak Partisipasi Pemilih, Mencegah Pilkada Ambyar”, Jumat (10/7/2020).

www.tempo.co