JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Komunitas Kabar Sepakbola Karanganyar Ungkap 3 Kejanggalan Jelang Kongres PSSI. Sebut Ada Tandatangan Dukungan Didengkul Hingga Syarat Calon Harus S1, Desak Kongres Ditunda!

Ilustrasi. Foto/Beni
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi. Foto/Beni

KARANGNYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Komunitas Kabar Sepakbola Kabupaten Karanganyar (KKSK) mendesak kepada panitia agar menunda rencana Konggres PSSI yang akan digelar 18 Juli ini.

Pasalnya, kongres ditengarai banyak cacat hukum serta amburadul tata cara pelaksanaannya terutama perihal persyaratan bagi calon ketua PSSI.

Kordinator KKSK, Dyta Adi Arrosyid mengatakan dari berbagai temuan dan laporan perihal kejanggalan serta banyaknya cacat hukum menjelang Konggres Asosiasi Kabupaten Askab Karanganyar 18 Juli mendatang.

Menurutnya, kecacatan hukum yang dimaksud salah satunya tentang syarat wajib adanya dukungan dari klub sepakbola terhadap calon Ketua PSSI.

Di mana, ditemukan surat dukungan tidak memenuhi persyaratan resmi.

Baca Juga :  Ribuan Pengurus Anak Ranting PDIP Karanganyar Terbentuk, Ketua DPC Target Pengurus Ranting dan PAC Kelar Agustus Ini!

“Dari surat dukungan saja sudah tidak prosedural alias hanya didengkul. Tanpa kop serta stempel klub,” paparnya, Kamis (2/7/2020).

Sedangkan kecacatan hukum yang kedua adalah kesalahan Panitia Pelaksana Panpel yang mewajibkan bahwa salah satu syarat calon ketua harus lulusan Strata 1 atau S-1.

Sedangkan kecacatan ketiga adalah Panpel kongres tidak melibatkan Sekjen dan pengurus lama PSSI Askab Karanganyar. Padahal peran Sekjen dan pengurus lama jelas dominan dalam satu organisasi apapun ketika akan lakukan suksesi.

“Ini kan ya amburadul ya cacat hukum maka demi kebaikan masa depan sepakbola Karanganyar, mohon kongres ditunda dulu,” tegasnya.

Dyta meminta Panpel Konggres PSSI lakukan pembenahan secara menyeluruh perihal persyaratan mengikat sesuai statuta (AD/ART) PSSI.

Baca Juga :  Satu Polisi Asal Sragen Dilaporkan Positif Terpapar Covid-19. Bertugas di Kantor Samsat Karanganyar

“Mestinya panpel harus paham aturan konggres termasuk verifikasi internal,” tandasnya.

Lebih lanjut, Dyta sangat menyesalkan mengapa ada indikasi pemaksaan kehendak pada rencana konggres tersebut.

“Mestinya kita semua pelaku sepakbola harus ingat dan belajar dari keterpurukan kepengurusan PSSI maka ini jangan sampai terjadi lagi,” imbuhnya.

Sementara itu saat dimintai konfirmasi perihal tuduhan KSKK, Ketua Panpel Konggres PSSI Askab Karanganyar Tony Hatmoko baru akan menjawab Sabtu mendatang karena dirinya sedang Kunker ke Jawa Timur.

“Besok Sabtu saja mas saya jelaskan,” jawabnya melalui What Apps WA. Beni Indra