JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Mencekam, 45 Menit Jelang Aksi Demo Tolak Konggres PSSI Karanganyar Di Gedung DPRD. Mobil Water Canon Polisi Disiagakan, Ratusan Massa Bakal Bergerak

Aksi demo kongres PSSI Karanganyar. Foto/Beni
Aksi demo kongres PSSI Karanganyar. Foto/Beni

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Guna mencegah potensi terjadi kericuhan Polres Karanganyar mengerahkan satu unit mobil water canon dan dua truk dalmas. Selain itu juga dikerahkan puluhan anggota kepolisian berseragam resmi dan berseragam preman.

Upaya antisipatif ini dilakukan mengingat aksi demo itu bagian dari memanasnya kemelut jelang Konggres PSSI Asosiasi Kabupaten Askab Karanganyar yang mana dua muncul kubu pro dan kubu kontra kongres.

Disinyalir kedua kubu ini sama-sama kuat dan saling ngotot dengan prinsipnya sendiri-sendiri.

Baca Juga :  Hasil Test Swab Ketiga Negatif Covid, Ketua RT Buran Nadar Gelar Bancakan Sebagai Rasa Syukur

Bambang Prie, salah satu kubu kontra konggres mengaku bingung mengapa harus ada mobil water canon disiagakan seiring adanya aksi demo PSSI.

“Kami datang ke Gedung DPRD untuk sampaikan aspirasi kepada wakil rakyat soal kemelut PSSI jadi mohon jangan ditakut-takuti dengan siaga mobil water canon,” ujarnya.

Sementara itu Eks Ketua PSSI Askab Dua Malam Sehari tetap pada prinsipnya bahwa acara Konggres PSSI yang akan digelar pada 18 juli mendatang adalah menciderai dunia sepakbola di Karanganyar. Pasalnya Panpel dan PLT dinilai telah melanggar aturan.

Baca Juga :  Mengaku Sempat Tersiksa, Keluarga Ketua RT di Buran Karanganyar Yang Positif Covid-19 Akhirnya Bisa Bernafas Lega Usai Hasil Tes Swab Negatif. Langsung Siapkan Syukuran Setelah Operasi Patah Tulang Selesai

“Saya harus bertanggung jawab secara moral pada semua khlayak sepakbola Karanganyar, maka aspirasi kami tujukan pada wakil rakyat DPRD,” tuturnya.

Aksi demo ini sempat molor karena masih menunggu peserta dari Pasopati yang merasa prihatin dengan carut-marut sepakbola Karanganyar.

“Kemungkinan 200 massa riil segera sampai gedung DPRD Karanganyar,” kata Kiswadi Agus yang juga peserta demo. Beni Indra