JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Pandemi Virus Corona, Gus Yasin Minta Stigma Negatif Covid-19 Dihapus, Disiplin Protokol Kesehatan Ditingkatkan

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pandemi virus corona atau covid-19 masih melanda wilayah Jawa Tengah hingga saat ini. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan pada diri sendiri. Hal itu untuk mencegah penularan virus corona.

“Pada bulan pertama (munculnya covid-19) mereka (masyarakat) sangat konsen menjaga betul kesehatan. Dengan adanya istilah new normal ini, bukan berarti kita membebaskan. Tapi melakukan aktivitas dengan memperhatikan protokol kesehatan,” terang Gus Yasin sapaa akrabnya kemarin.

Selain itu, Gus Yasin juga berpesan agar masyarakat bersikap jujur apabila merasakan gejala covid-19. Menurutnya, ketidakjujuran terjadi karena adanya stigma buruk di kalangan masyarakat, apabila seseorang dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19.

Baca Juga :  Pilkada Grobogan 2020 Catatkan Sejarah, Pasangan Sri-Bambang Lawan Kotak Kosong, KPU Pastikan Penuhi Persyaratan dan Lolos Tes Kesehatan

“Stigma-stigma seperti ini harus kita pahamkan kepada masyarakat untuk dihindari,” ujar Gus Yasin.

Pakar Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Hanifah M Denny setuju dengan pesan Wagub. Pihaknya paham, jika masyarakat saat ini sudah lelah dengan kondisi yang ada. Dan, sudah seperti menjadi budaya, ketika sesuatu yang berbeda terjadi terus menerus, masyarakat merasa terbiasa. Lantaran terbiasa, maka mereka menjadi lengah.

“Di Indonesia ini punya budaya yang kalau sudah terbiasa menjadi lengah. Demikian pula di Jateng. Budaya lengah itu ada,” ujar Hanifah

Mulai tidak patuhnya masyarakat terhadap protokol kesehatan, menurut Hanifah bukan dari sisi regulasinya. Dia berpendapat, regulasi di Jawa Tengah justru bagus dan komprehensif.

Baca Juga :  BPIP Cermati Gaya Khas Ganjar saat Berikan Edukasi Ideologi Pancasila.

“Galaknya Jateng memang berbeda. Istilah orang jawa itu kudu juweh (tidak bosan mengingatkan). Pak Ganjar sudah juweh, Gus yasin sudah juweh. Tapi ini masih kurang, masyarakat menggampangkan gitu,” kata dia.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Jawa Tengah, Djoko Handoyo menambahkan, dokter juga mempunyai tugas melakukan upaya-upaya promotif dan preventif. Maka, selain kepala daerah yang juweh, dokter pun demikian.

“Jadi apa yang harus dilakukan adalah juweh. Kita harus terus menerus melakukan penyuluhan, penerangan masyarakat dengan berkesinambungan. Terus menerus, tidak boleh bosan,” tandasnya. Satria Utama