JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Pembina Klub Sepakbola BFA Karanganyar Tuding Panitia Kongres PSSI Tidak Akomodatif. Ini Pemicunya!

Bambang Prie. Foto/Beni Indra
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Bambang Prie. Foto/Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menjelang kongres PSSI Askab Karanganyar, atmosfer insan persepakbolaan di Bumi Intanpari terus bergolak.

Menyusul tudingan cacat hukum dan pelanggaran administrasi, kali ini pembina klub sepakbola angkat bicara.

Mereka menyoal panitia yang dinilai kurang akomodatif dalam melakukan verifikasi terhadap peserta.

Pembina klub sepakbola Balong Football Akademi (BFA), Bambang Prie menyayangkan sikap Panpel yang tidak akomodatif.

Pasalnya, Panpel tidak mengakui eksitensi sepakbola di Kecamatan Jenawi yang mestinya berhak menjadi peserta konggres namun hak itu dihilangkan.

“Kan aneh di Jenawi itu ada dua klub sepakbola yakni PS Bima  & PS BFA yang sudah eksis tapi kami tidak ikutsertakan menjadi peserta padahal kami punya hak,” tegasnya.

Baca Juga :  Satu Polisi Positif Covid-19, Kantor Samsat Karanganyar Masih Buka Seperti Biasa. Pihak Samsat dan Polres Enggan Komentar

Bambang Prie mendesak Panpel bijaksana untuk perjuangkan hak peserta kepada dua klub di Jenawi tersebut.

Terpisah, Ketua Panitia Pelaksana Panpel Konggres, Tony Hatmoko mengumumkan penundaan jadwal tahapan Pra Kongres murni karena kesibukan tim Asprov Jateng berhalangan hadir karena sibuk.

Jadwal Pra Konggres Askab Karanganyar yang sedianya dimulai 4 Juli akhirnya diundur menjadi 11 Juli mendatang.

Namun ia menampik penundaan karena adanya tudingan cacat hukum yang dilontarkan sejumlah internal beberapa hari lalu.

“Pembatalan ini tidak ada kaitan dengan tudingan bahwa cacat hukum atau amburadul tetapi karena Asprov sedang sibuk,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Karanganyar Sebut Universitas Terbuka Makin Keren, Kontekstual dan Strategis. "Ke Depan Semua Perguruan Tinggi Akan Meniru UT"!

Tony menjelaskan sedianya sejak penentuan jadwal Pra Konggres sempat ada dua pilihan antara tanggal 4 Juli dan 11 Juli. Namun Asprov pada saat itu memilih tanggal 4 dengan pertimbangan waktu longgar.

“Sebenarnya perihal penundaan jadwal Pra Konggres sudah seminggu lalu,” tukasnya.

Lebih lanjut, Tony menjelaskan acara Pra Konggres sangat vital karena merupakan separuh bagian dari konggres. Di dalamnya dilakukan penentuan tata tertib sekaligus umumkan persyararan dan verifikasi calon ketua PSSI.

Bahkan pada acara Pra Konggres juga sekaligus untuk menetapkan calon ketua yang lolos.

“Nanti pada 11 juli semua hal teknis akan dibahas di Pra Konggres tersebut,” imbuhnya. Beni Indra/Wardoyo