JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Polemik Perobohan Tugu Perguruan Silat di Sragen, Batalyon Raider 408: Dibongkar Atau Tidak Dibongkar, Kami Dukung Pemkab!

Kegiatan Komsos Yonif 408 Sragen, Selasa (30/6/2020). Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

IMG 20200701 WA0000
Kegiatan Komsos Yonif 408 Sragen, Selasa (30/6/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Batalyon Raider 408/Suhbrasta mendukung sepenuhnya langkah yang diambil Pemkab Sragen dalam mengatasi konflik horizontal terkait wacana perobohan tugu perguruan silat yang ada di Sragen.

Hal itu disampaikan Wadanyon Raider 408/Suhbrasta Mayor Inf Ari Murwanto, saat menggelar Komsos dengan masyarakat di Mako Yonif 408 Sragen, Selasa (30/6/2020).

“Kita harus berpikir dewasa. Bagaimana bagusnya agar masyarakat kondusif. Dibongkar dan tidak dibongkar, kita dukung Pemkab. Tujuannya agar Sragen kondusif,” paparnya.

Usai melaksanakan Komsos dengan masyarakat di sekitar Komplek Mako, Ari Murwanto mengatakan secara fakta di lapangan memang telah terjadi konflik antar perguruan silat.

Baca Juga :  Robot Super Hero pun Ternyata Juga Punya Rasa Takut Diswab Antigen. Takut Nggak Bisa Nafkahi Keluarga, Setelah Disawer Kapolres Langsung Sumringah

Hal itu karena ada perusakan tugu yang dilakukan perguruan silat yang lain.
Mengenai persoalan tersebut, pihaknya juga telah ikut melakukan rapat dengan pimpinan daerah yang lain untuk mengatasi masalah tersebut.

“Saya mendukung penuh langkah yang diambil oleh Forkopinda dan Pemkab Sragen, kita lihat fakta di lapangan terjadi konflik di masyarat. Kita harus hadapi dengan kepala dingin artinya, segala sesuatu yang terjadi nanti apa kita berdiri di situ sebagai sumber masalah atau kita menjadi sumber solusi,” tegasnya.

Baca Juga :  Kecewa Campursari Arseka Dibubarkan Paksa, Kerabat Pemilik Hajatan di Sambirejo Minta Aparat Tak Tebang Pilih. Sebut Banyak Hajatan Pakai Hiburan Sampai Malam Juga Aman, Kalau Dibubarkan Satu Bubarkan Semua!

Terkait kegiatan Komsos sendiri, pihaknya menyampaikan tujuan dari Komsos adalah menjalin komunikasi yang bagus antara TNI AD dan masyarakat, khususnya Batalyon Infanteri Suhbrasta dengan masyarakat yang ada di sekitar daerah binaannya.

Diharapkan dengan Komsos yang bagus, maka segala kendala dan peramasalahan yang ada bisa diatasi.

“Sebaliknya apabila kita mendapat kendala di wilayah sekitar daerah binaan dapat kita Komsos dengan bagus bersama masyarakat,” katanya. Wardoyo